Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Curhatan Pengusaha Ketan Punel yang Terdampak PPKM, Terbantu oleh Orderan Gubernur Khofifah

Kondisi pandemi turut membuat ekonomi terdampak hebat, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil menengah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Dua pegawai warung Ketan Punel memamerkan ketan kemerdekaan yang diberikan gratis untuk nakes dan TNI Polri untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76, Sabtu (21/8/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kondisi pandemi turut membuat ekonomi terdampak hebat, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil menengah. Terlebih hingga saat ini pemberlakuan PPKM Level 4 masih berlaku di Kota Surabaya.

Salah satu pelaku usaha kuliner Ketan Punel yang membuka warung ketan di Jalan Darmo, Kota Surabaya, mengaku menjadi yang sangat terdampak. Terutama saat awal PPKM Darurat diberlakukan. Jalan Darmo yang menjadi jalan akses utama Kota Surabaya tempat ia berdagang ditutup.

Tidak sampai di sana, ia pun juga dilarang berjualan dengan metode dine in demi meminimalisir mobilitas dan mengurangi penyebaran virus Corona. Praktis dalam waktu sebulan lebih, sejak tanggal 3 Juli 2021, dagangannya tidak melayani dine in.

Namun ia bersyukur bahwa sudah hampir sebulan ini, warungnya kembali buka kembali. PPKM Level 4 telah memberikan ruang bagi pengusaha kuliner sepertinya untuk melayani pembelian makan di tempat atau dine in. Meski protokol kesehatan ketat tetap diberlakukan.

"Saat ini alhamdulillah sudah boleh dine in. Bahkan saat ini kami masih dalam nuansa Hari Kemerdekaan RI. Kami membolehkan nakes, TNI Polri untuk makan di sini segara gratis, sesuai prokes yang dibolehkan," kata pemilik usaha kuliner Ketan Punel, Wahyu Darmawan, bercerita pada SURYA.CO.ID, Sabtu (21/8/2021).

Kegiatan itu ia lakukan dalam rangka memberikan dukungan sekaligus bentuk apresiasi pada nakes dan juga TNI Polri yang berada di garda terdepan dalam menangani pandemi covid-19.
Ketan kemerdekaan ini pun sengaja dibuat merah putih. Yaitu dengan mengkreasikan toping ketan dengan kelapa menggunakan pewarna makanan berwarna merah. Yang membuat ketan menjadi toping bendera merah putih.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi pandemi memang membuat usahanya begitu terdampak. Terutama saat PPKM Darurat saat ia tidak bisa menjamu tamu makan di tempat, dan jalan akses utama juga dilakukan penutupan untuk pembatasan mobilitas.

Dengan berbagai upaya ia melakukan shifting dari berjualan manual offline menjadi penjualan daring. Ia aktif melakukan promosi melalui pesan WA guna menawarkan dagangan pada pembeli dan juga melakukan penjualan lewat layanan makanan pesan antar.

"Ya alhamdulillah ada saja yang membeli. Dan yang paling rutin membeli dagangan kami selama PPKM Darurat adalah ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa. Rutin dua hari sekali beliau pesan mulai 20 bungkus hingga 30 bungkus, itu sangat membantu," tegasnya.

Ia mengaku menawarkan dagangannya langsung pada Gubernur Khofifah melalui WA. Nomornya ia dapatkan dalam satu grup WA yang kebetulan ada nomor gubernur di dalamnya. Iseng-iseng ia coba mengirimkan pesan, karena ia sebelumnya tidak yakin apakah nomornya benar Gubernur Jawa Timur atau tidak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved