Breaking News:

Garuda Indonesia PHK 1.691 Karyawan, Pilot Dirumahkan Bergantian, Gaji Pegawai Dipangkas 50 Persen

PT Garuda Indonesia melakukan PHK dengan sistem rasionalisai 1.691 karyawan untuk mengurangi beban keuangan di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id | JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melakukan putus hubungan kerja (PHK) dengan sistem rasionalisai 1.691 karyawan untuk mengurangi beban keuangan di tengah pandemi Covid-19.

PHK tahap kedua dilakukan tahun 2021, ada 1.100 karyawan. Sedangkan PHK tahap pertama sudah dilakukan pada 2019 lalu terhadap 591 karyawan.

Tak hanya itu, untuk mengurangi biaya operasional, manajemen Garuda Indonesia juga melakukan efisiensi lainnya.

Di antaranya, sejumlah pilot Garuda Indonesia dirumahkan secara bergantian, memangkas gaji pegawai hingga direksi hingga 50 persen.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, PT Garuda Indonesia mencatatkan kerugian senilai 2,44 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 34,45 triliun pada 2020.

Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan 1,49 miliar dolar AS atau sekitar Rp 21,04 triliun. Nilai itu turun 67,36 persen dari pendapatan pada 2019 sejumlah 4,57 miliar dolar AS atau Rp 64,48 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perseroan melakukan efisiensi pada jumlah karyawan untuk mengimbangi dengan minimnya jumlah penerbangan.

Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan proses pensiun dini sejumlah karyawan.

Baca juga: Yenny Wahid Bongkar Borok Garuda Setelah Mundur dari Komisaris, Ibaratkan Komorbid Dihantam Covid-19

"Perseroan dengan berat hati, namun tetap melakukan langkah-langkah yang kita sebut rasionalisasi SDM (sumber daya manusia)," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/8/2021).

Garuda Indonesia menawarkan program pensiun sebanyak dua tahap yang diikuti 1.691 karyawan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved