Breaking News:

Berita Magetan

Bantah Ada Pekerja Tak Dibayar 8 Pekan, Diskominfo Magetan Tegaskan Pembangunan MPP Tetap Berlanjut

Wijaya membantah bahwa keterlambatan pembayaran itu sampai delapan pekan seperti pemberitaan sebelumnya.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Proyek Rehabilitasi Pasar Baru atau Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Magetan masih berlangsung. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Sekelumit persoalan selama proses pembangunan Pasar Baru atau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Magetan, mendapat tanggapan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Jumat (20/8/2021), Diskominfo membantah bahwa ada banyak pekerja atau kuli di proyek MPP yang belum menerima upahnya selama delapan pekan.

Seperti diberitakan, SURYA, anggaran untuk proyek Pasar Baru atau MPP itu bersumber dari APBD Kabupaten Magetan senilai Rp 4,27 miliar dengan target pelaksanaan 180 hari kalender.

Pekan lalu, ada keluhan dari beberapa pekerja yang tidak mau disebut namanya, bahwa mereka ada yang belum menerima upah kerja selama 8 pekan. Informasi yang didapatkan waktu itu, pekerja ada yang menyebut hanya diberi air galon isi ulang, padahal sesuai SK Bupati seharusnya pekerja dibayar Rp 80.000 per hari.

Sayangnya, sampai hari ini tidak ada wartawan yang mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas Perndustrian dan Perdagangan (Disperndag) Kabupaten Magetan, Sucipto. Karena Disperindag adalah kuasa pengguna anggaran.

Persoalan itu pun direspons oleh Kepala Diskominfo setempat, Cahaya Wijaya. Meski membenarkan bahwa ada pekerja di MPP yang belum dibayar, Wijaya membantah bahwa keterlambatan pembayaran itu sampai delapan pekan seperti pemberitaan sebelumnya.

Ia menegaskan, hal itu ia bantah setelah ia melalukan cross-check ke Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Magetan.

"Sesuai keterangan Kabid Pasar, para pekerja harian itu belum dibayar selama seminggu. Bukan delapan pelan. Kalau ada pekerja yang dikurangi, itu karena ada miskomunikasi antara penyedia jasa dan pengiriman material. Tetapi ini katanya sudah klir," ujar Wijaya kepada SURYA, Jumat (20/8).

Diungkapkan pula, tidak terlihatnya banyak pekerja di areal proyek itu beberapa hari ini karena sengaja dikurangi. Itu dilakukan karena mundurnya jadwal leveransir (kiriman) material dan alat berat ke lokasi.

"Minggu depan semua sudah klir dan proyek kembali normal. Konsekuensinya pekerjaan mungkin mundur atau terlambat dari jadwal. Dan itu ada perhitungan tersendiri. Tetapi proyek lanjut, pekerja yang dirumahkan akan dipanggil kembali," tegasnya.

Penjelasan Wijaya itu menegaskan bahwa persoalan terjadi di proyek MPP itu disebabkan keterlambatan jadwal pengiriman material. Memang sebelumnya frekuensi kedatangan pekerja dan truk-truk pengiriman material, agak berkurang.

Sebelumnya hal ini sudah telanjur disikapi LSM setempat. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Magetan N Susanto SH mengaku sudah lama menduga proyek rehabilitasi Pasar Baru atau MPP itu bermasalah. Karena selain penawaran di limit bawah, kontraktor bukan warga Magetan.

"Padahal kontraktor Magetan banyak yang mampu di proyek senilai itu. Untuk memenangkan tender proyek itu, mulai masih di LPSE sampai pemenangan dan deal dengan penanggungjawab kuasa pengguna anggaran, sudah memakan banyak biaya," kata Susanto.

Diungkapkan, progress tidak memenuhi schedule (jadwal) 180 hari. Tempo hari, Susanto juga mengancam akan membawa kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, namun sampai sekarang belum dipastikan jadwalnya.

Dikatakan Susanto, kalau proyek MPP tidak sesuai yang direncanakan, seharusnya Disperindag bisa memutus kontrak kepada pelaksana. "Kalau dinas sebagai penguasa pengguna anggaran diam saat ada masalah, seperti pekerja belum dibayar maka diduga ada apa-apa," tegasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved