Breaking News:

Berita Tuban

Beda Nasib Pembuat Mural Jokowi 404:Not Found dan Pria Tuban yang Mau Cari Untung dari Gambar Itu

Berniat cari untung dari kasus viralnya mural bergambar Jokowi 404:Not Found, Riswandi justru berurusan dengan polisi.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Musahadah
surya/m sudarsono
Riswan, pengunggah foto kaus bergambar Jokowi 404:Not Found, minta maaf saat diamankan Satreskrim Polres Tuban - 

Beberapa daerah, kata Agus, menerapkan Perda ketertiban umum yang melarang adanya gambar, stiker atau gambar semacamnya di fasilitas publik.

"Jadi kalau itu dianggap sebagai melanggar, mestinya melanggar Perda pada soal larangan tempat-tempat umum itu dijadikan sebagai tempat untuk aksi vandalisme," ungkap Agus.

Sehingga, lanjut Agus, pembuat mural ini bukan melanggar hukum pidana, tetapi melanggar Perda ketertiban umum.

"Itu sih seharusnya enggak sampai ke polisi ya."

"Perda itu penindakannya bukan polisi, tetapi Satpol PP."

"Maksimal denda, kalau tidak ya paling dihentikan atau dibubarkan saja," tuturnya.

Hingga berita ditulis, si pembuat mural itu belum ditemukan polisi.

Mural sudah dihapus

Sementara itu, Usup, seorang petugas Keamanan dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Batuceper yang berada di lokasi tersebut, mengatakan dirinya tidak mengetahui perihal mural yang viral tersebut.

Mulanya, Usup tidak menduga bahwa mural yang sudah dicat hitam ini ternyata sempat ramai diperbincangkan karena bergambar Jokowi.

"Saya juga awalnya tidak tahu kalau ternyata gambar di sini viral, yang saya ketahui memang banyak gambar-gambar yang dibuat warga sekitar, cuma saya tidak terlalu perhatikan gambar itu," ujar Usup, Minggu (15/8/2021).

"Saya ditugaskan ke sini untuk mengawasi gambar yang ingin dibuat dalam rangka menyambut hari kemerdekaan di dinding tol sebelahnya yang masuk ke Kelurahan Batu Sari," tambahnya.

Kemudian, Jepri warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut, mengungkapkan mural tersebut sudah lama dibuat oleh warga, sekitar dua hingga tiga bulan lalu.

Namun, mural tersebut baru dihapus oleh petugas keamanan setempat pada Jumat (13/8/2021) kemarin, karena viral di media sosial.

"Saya tidak tahu pasti kapan mural ini dibuat, tapi seingat saya gambar ini udah ada dari bulan Juni lalu," kata Jepri.

"Yang bikin paling warga sekitar sini, soalnya di sini itu banyak dinding yang digambar, namanya kreativitas warga untuk mempercantik kampungnya," terangnya.

"Menurut saya sih sah-sah saja selama gambarnya bagus dan indah saat dipandang, daripada jadi kusam warna dindingnya," tutur Jepri.

Melalui pantauan WartaKota pada Minggu pukul 10.00 WIB, mural tersebut dihapus dengan ditindih cat hitam sebanyak dua kali.

Gambar dasar mural tersebut sebelumnya terdiri dari berbagai warna, yakni warna dasar hitam yang diisi tulisan merah dan putih.

Lalu gambar Presiden Jokowi dibuat dengan warna cokelat putih dan merah.

Pada tembok sebelahnya yang masuk dalam wilayah kelurahan Batu Sari, terlihat petugas dari kelurahan tersebut sedang mengecat tembok menjadi warga dasar biru.

Menurut petugas kelurahan itu, nantinya bagian tembok tersebut akan digambar dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke-76 nanti.

Pada bagian atas terowongan tersebut juga terlibat beberapa mural dengan gambar dan tulisan yang beraneka ragam, salah satunya bertuliskan 'North Side' dengan cat berwarna hitam. (Tribunnews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved