Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Jemput Bola dan Gratiskan Biaya Perizinan Bagi Pelaku Usaha Kecil di Kota Mojokerto

Pemkot Mojokerto membebaskan biaya pelayanan sistem Online Single Submission (OSS) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mikro kecil.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau kegiatan Jempol Mempesona (Jemput Bola) pelayanan sistem OSS (NIB) bebas biaya, di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojoerto, Rabu (18/8/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membebaskan biaya pelayanan sistem Online Single Submission (OSS) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mikro kecil.

Bahkan, pemkot melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto memberikan ekstra pelayanan dengan jemput bola atau mendatangi ratusan pelaku usaha yang dikoordinir di masing-masing kantor kelurahan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama bagi mereka para pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Mojokerto.

Ini disampaikan Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto ketika menilik kegiatan Jempol Mempesona (Jemput Bola) layanan sistem OSS dan NIB bebas biaya di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojoerto, Rabu (18/8/2021).

"Kami permudah semuanya kalau persyaratannya lengkap maka pendaftaran OSS dan NIB saat itu juga, langsung jadi dan terpenting tanpa dipungut biaya," ungkapnya, Rabu (18/8/2021).

Di sisi lain, lanjut Ning Ita, bagi pelaku usaha yang telah memiliki NIB secara otomatis menjadi protokol dalam memperoleh bantuan dana bergulir UMKM dari pemerintah.

"Saya yang jamin siapapun yang sudah punya NIB akan menjadi prioritas utama mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM, misalnya Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp .1,2 juta dan program UMKM berikutnya nanti," sebutnya.

Menurut Ning Ita, pendaftaran OSS nantinya akan memudahkan pemerintah daerah guna menentukan sasaran bantuan secara tepat dan efisien.

"Jadi yang sudah daftar otomatis akan masuk database dan jika nanti ada bantuan permodalan, pendampingan maupun program perdagangan melalui online penyediaan fasilitas lainnya maka database ini yang kami pakai sebagai acuan," ungkap Ning Ita.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan, adapun target sasaran pertama penerima NIB massal gratis ini sebanyak 153 orang serta 263 tenaga kerja dengan total nilai investasi sebanyak Rp 2,9 miliar.

"Persyaratan yang harus dipenuhi yakni Fotokopi KTP, NPWP, email aktif, materai 10 ribu dan mereka yang belum memperoleh email akan kami bantu membuatnya," terang Dodik.

Dodik yang merangkap jabatan sebagai Kasatpol PP Kota Mojokerto ini menambahkan, Program Inovasi Jempol Mempesona sebagai upaya pemerintah guna dalam memberikan kemudahan bagi pelaku usaha khususnya usaha mikro dan kecil untuk mendapatkan perizinan berusaha.

"Tentu manfaat bagi pemkot bisa meningkatkan nilai investasi dan menggerakkan roda perekonomian daerah akibat dampak pandemi Covid-19," pungkasnya.

Salah seorang pelaku usaha mikro kecil di Kota Mojokerto, Syofrida mengaku, dia sangat terbantu dengan adanya program ini yang memudahkan pelayanan perizinan. Padahal, sebelumnya dia menganggap mengurus perizinan di Kota Mojokerto itu sulit dan ribet.

"Kalau sekarang mudah, cuma 20 menit langsung jadi dan gratis," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved