Berita Gresik

Nelayan di Kabupaten Gresik Dikenalkan Mesin Motor Listrik yang Ramah Lingkungan

Mesin motor ini ramah lingkungan, irit dan mudah perawatan, sehingga pendapatan para nelayan menjadi meningkat.

Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa PT Octagon Precision Indonesia
Pemakaian mesin motor tempel listrik untuk wisata air di Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk, Selasa (17/8/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Para nelayan dan pelaku perahu wisata air mulai diperkenalkan Electric Outdrive/mesin motor tempel listrik (MMTL) untuk penggeraknya.

Mesin motor ini ramah lingkungan, irit dan mudah perawatan, sehingga pendapatan para nelayan menjadi meningkat.

Direktur Utama PT Octagon Precision Indonesia Sumardi mengatakan, pengenalan MMTL ini untuk mendukung Indonesia khususnya para nelayan lebih sejahera dan lebih ramah lingkungan.

Sebab, MMTL hanya menggunakan bahan bakar listrik tidak mengeluarkan emisi gas buang.

Lebih lanjut Sumardi mengatakan, kuatnya industri manufaktur dan perkapalan serta industri penunjang lainnya di Indonesia, secara otomatis terus meningkatkan kinerja dan terobosan teknologi terbaru sebagai bagian dari komitmen peningkatan menuju industri 4.0.

Baca juga: Detik-detik Proklamasi, Polisi Hentikan Semua Kendaraan di Kabupaten Sidoarjo

“Kita sebagai kesiapan menyongsong era menuju kendaraan kapal listrik, sehingga kita perkenalkan kepada para nelayan dan pelaku usaha perahu untuk menggunakan mesin motor tempel listrik,” kata Sumardi, saat di Kabupaten Gresik, Selasa (17/8/2021).

Saat ini teknologi MMTL untuk nelayan telah dimulai dengan sukses dilakukan launching menggunakan mesin berkapasitas 5.0 Kilowatt (Kw) dengan teknologi baterai lithium terkini oleh Octagon group yang didukung para stake holder energi di Indonesia.

Octagon group dengan fasilitas produksi di pulau Batam memiliki keinginan kuat untuk berkontribusi pada kemandirian industri secara keseluruhan dan dengan kemampuan marketing baik domestik maupun pasar internasional terus berupaya meningkatkan tingkat konten dalam negeri (TKDN).

“Baik melalui transfer teknologi atau alih teknologi di industri maritime, termasuk pendalaman analisa desain berbasis teknologi aplikasi dan software terkini melibatkan para peneliti dari Politeknik negeri Batam dan Universitas Negeri Sebelas Maret Solo. Sehingga para nelayan dan tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo dapat berjalan dengan ramah lingkungan dan lebih hemat,” katanya.

Selama ini MMTL telah dipakai untuk angkutan umum di Pelabuhan Sekupang Batam menuju Pulau Belakang Padang dan di wisata air Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

BACA BERITA GRESIK LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved