Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Dinsos Jatim Pastikan Anak Yatim Piatu Karena Covid-19 di Jatim Tidak Putus Sekolah

Pemprov Jatim memastikan, anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19 tidak sampai terlantar dan kehilangan pengasuhan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Alwi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan agar anak-anak yang menjadi yatim dan piatu karena orang tuanya meninggal akibat terpapar covid-19, tidak sampai terlantar dan kehilangan pengasuhan.

Kini Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah mendapatkan data by name by address anak-anak di Jatim yang menjadi yatim dan piatu maupun yatim piatu karena orang tuanya meninggal setelah terpapar covid-19.

Kadinsos Jatim, Alwi mengatakan, total ada sebanyak 927 anak di Jawa Timur yang ayah dan atau ibunya meninggal dunia karena covid-19, dan terdata oleh Dinas Sosial.

"Pendataan masih akan berjalan, nah sekarang sudah ada 927 anak yang terdata. Mereka kita lakukan assessment terkait kondisi anaknya. Ada yang belum sekolah hingga ada yang sudah jenjang SMA," tegas Alwi, Selasa (17/8/2021).

Dari data tersebut, sebarannya yaitu usia SMP 23 persen dan usia SMA sebanyak 22 persen. Dan yang belum sekolah sebanyak 15 persen.

Pada anak-anak tersebut, tim dari Dinas Sosial telah turun langsung dalam melakukan asesmen pada anak-anak tersebut. Dan mereka telah diberikan sejumlah perhatian.

Pertama, saat turun melakukan penyapaan dan pendataan, mereka langsung diberikan paket sembako. Selain itu mereka juga dihibur tim untuk memberikan physico social therapy.

Berikutnya dari hasil asesmen pada 927 anak tersebut didapatkan, bahwa sebanyak 299 anak sudah mendapatkan asuhan keluarga, kemudian ada sebanyak 601 anak dalam asuhan keluarga namun membutuhkan bantuan.

Selain itu, tercatat ada sebanyak 27 anak yang tidak bisa mendapatkan asuhan keluarga, sehingga dibantu Pemprov Jatim untuk diberikan pembinaan dan pendampingan di UPT, LKSA dan juga pondok pesantren.

"Bagi anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan kesulitan mencukupi kebutuhan dasar dan sekolah bagi anak anaknya. Kami menyediakan tempat UPT bagi mereka, juga kerja sama dengan LKS dan panti panti sosial," tegas Alwi.

"Yang penting anak-anak tersebut bisa terpenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya dengan baik dan tidak boleh putus sekolah," lanjutnya.

Tidak sampai di sana, Dinsos juga menegaskan, bahwa bantuan dari Pemprov Jatim untuk anak-anak yatim piatu Jatim karena covid-19 dipastikan akan berkelanjutan.

Bahkan bagi yang keluarganya tidak mampu untuk menyekolahkan mereka, Pemprov Jatim akan siap untuk menjamin sekolah mereka. Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi untuk membantu keberlanjutan pendidikan anak-anak tersebut.

"Tidak hanya sekolahnya, Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk memberikan penguatan skill agar jadi bekal bagi mereka," pungkas Alwi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved