Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Bagikan Bingkisan untuk Pejuang dan Janda Perintis Kemerdekaan, Dikirim Door to Door

Gubernur Khofifah juga meminta relawan mendata bagi pejuang dan perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, yang rumah tinggalnya kurang layak

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan pasukan relawan yang akan mengantarkan bingkisan bagi para perintis dan pejuang kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan dan juga keluarga pahlawan, Senin (16/8/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan pasukan relawan yang akan mengantarkan bingkisan bagi para perintis dan pejuang kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan dan juga keluarga pahlawan, Senin (16/8/2021).

Pemberangkatan relawan yang dilakukan langsung dari halaman Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya tersebut juga diikuti oleh jajaran Kepala OPD dan juga para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Total ada sebanyak 148 orang sasaran dari perintis kemerdekaan, keluarga pahlawan dan juga janda perintis kemerdekaan yang akan diberikan bingkisan oleh Pemprov Jawa Timur. Mereka tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Para relawan yang diberangkatkan hari ini akan secara langsung door to door membagikan bingkisan dari Pemprov Jatim. Bingkisan berisi sembako dan juga peralatan apa yang dibutuhkan. Misalnya ada yang meminta rice cooker maka akan dibawakan juga langsung bagi mereka.

Gubernur Khofifah mengatakan, ini sebagai bentuk perhatian bagi para pejuang kemerdekaan, perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan, agar mereka bisa teringankan beban hidupnya.

Tidak hanya itu, pada relawan yang bertugas, secara khusus ia juga berpesan untuk menyampaikan salam hormat dan terima kasih. Bahwa perjuang yang telah dilakukan telah membawa manfaat yang bisa dinikmati oleh seluruh bangsa.

Lebih lanjut, Khofifah juga meminta relawan yang turun langsung ke lapangan untuk sekaligus melakukan pendataan. Bagi pejuang dan perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, yang rumah tinggalnya kurang layak, maka harap didata.

“Karena bagi yang rumahnya tidak layak huni, kami siapkan rumah tinggal layak huni. Terutama yang sebatang kara. Supaya bisa kami bantu,” tegasnya.

Sejatinya dalam anggaran APBD Pemprov Jatim banyak anggaran yang didedikasikan sebagai perhatian untuk masyarakat lansia. Anggaran prioritas diwujudkan dalam program PKH Plus khusus untuk lansia.

Namun jika PKH Plus tersebut sudah tidak cukup untuk membenahi rumah yang rusak, rumah yang reyot, maka bisa diajukan untuk program lain untuk intervensi rumah tinggal layak huni.

“Maka PKH Plus kalau nggak cukup membenahi rumahnya yang bocor atau yang reyot, maka butuh intervensi rumah tinggal layak huni. Oleh karena itu, titip untuk mendata rumah tidak layak huni agar bisa kota bantu,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi mengatakan, bahwa sejak tahun lalu penyampaikan bingkisan untuk mereka dilakukan secara door to door. Dengan harapan mereka yang lansia bisa membatasi mobilitas agar selalu aman dan sehat.

“Ini kegiatan rutin. Biasanya memang mereka kami undang ke sini untuk diserahkan secara langsung. Namun sejak pandemi, kebijakan ibu gubernur mengarahkan agar bingkisan ini dikirim ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved