Breaking News:

Vaksinasi di Surabaya

22 Unit Mobil Vaksin Merdeka bakal Blusukan ke Kampung-kampung, Target 6.000 Dosis Per Hari

Sebanyak 22 unit mobil vaksin merdeka lengkap dengan tenaga kesehatannya, bakal keliling menjangkau perkampungan jemput bola melaksanakan vaksinasi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/luhur pambudi
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta meresmikan beroperasinya 22 unit mobil vaksin respons cepat, Minggu (15/8/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gotong royong diwujudkan tiga pilar kota Surabaya dalam percepatan penanganan Covid 19.

Minimnya miskomunikasi, membuat Surabaya berinovasi dengan mengeluarkan respon cepat mobil vaksin merdeka yang diinsiasi oleh Polrestabes Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Korem 087 Bhaskara Jaya.

Sebanyak 22 unit mobil vaksin merdeka lengkap dengan tenaga kesehatannya, bakal keliling menjangkau perkampungan untuk jemput bola melaksanakan vaksinasi.

Mobil tersebut membawa setidaknya 300 dosis untuk disuntikkan per harinya. Jika diakumulasi, per hari ditargetkan 6000an dosis vaksin bakal diberikan ke masyarakat kota Surabaya.

Bahkan, ada rencana penambahan sepuluh unit mobil yang bakal diberikan oleh pemerintah kota Surabaya guna memaksimalkan vaksinasi.

"Alhamdulillah, berkat kerjasama, musyawarah dan mufakat, Surabaya menjadi contoh gerai vaksinasi keliling yang bakal melayani masyarakat sampai ke kampung-kampung," apresiasi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, kepada tiga pilar kota Surabaya,Senin (16/8/2021).

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menegaskan, ide respon cepat mobil vaksin merdeka itu ditujukan kepada warga Surabaya yang terpaksa tidak dapat meninggalkan pekerjaannya untuk mengantre vaksin.

"Sasarannya tentu sektor pekerja informal, warga kampung yang ada di pesisisir atau di perbatasan kota Surabaya, komunitas-komunitas."

"Nantinya cukup dengan data RT/RW setempat atau ketua komunitas yang mengajukan ke bhabinkamtibmas polsek lalu diteruskan ke Polrestabes Surabaya untuk dijadwalkan,"beber Yusep.

Sejauh ini, antusiasme warga Surabaya terhadap vaksinasi cukup tinggi.

Bahkan, beberapa komunitas seperti kelompok Supporter Bonek Mania juga turut mengajukan vaksinasi.

"Ada komunitas penegak hukum, bonek, ojek online. Tentu kami terbuka untuk semua kalangan warga kota  Surabaya yang ingin mendapat dosis vaksin gratis ini," imbuhnya.

Seiring dengan harapan Kapolda Jawa Timur, Yusep ingin gerakan vaksinasi ini menjadi titik awal menangkal Covid 19 dengan membentuk herd immunity warga kota Surabaya agar perekonomian ke.bali dapat pulih diikuti sektor lainnya.

"Seperti kata Bapak Kapolda, Surabaya adalah episentrum ekonomi di Jawa Timur, juga wilayah Indonesia Timur."

"Haraoannya dengan terbentuknya herd immunity nantinya kesehatan masyarakat kembali pulih, sekotr ekonomi pulih diikuti sektor lainnya. Tapi tetap ingat bahwa harus tetap laksanakan prokes ketat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved