Breaking News:

Berita Banyuwangi

Tambahan Pendapatan di Masa Pandemi, Warga Banyuwangi Kumpulkan Sampah Rumah Tangga

Mengumpulkan sampah rumah tangga bisa menjadi alternatif tambahan pendapatan di tengah pandemi Covid-19 bagi warga Banyuwangi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Pemkab Banyuwangi telah membuat program Bank Sampah, Banyuwangi Giat Keliling (Bagiak). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Mengumpulkan sampah rumah tangga bisa menjadi alternatif tambahan pendapatan di tengah pandemi Covid-19 bagi warga Banyuwangi. Tidak perlu keluar rumah, satu bulan bisa mencapai Rp 900.000, bahkan lebih tergantung jumlah sampah yang terkumpul di rumah masing-masing.

Pemkab Banyuwangi telah membuat program Bank Sampah, Banyuwangi Giat Keliling (Bagiak) yang bisa dimanfaatkan warga untuk mendapatkan uang tambahan dari mengumpulkan sampah rumah tangga masing-masing.

"Bagiak merupakan program jemput bola hasil pemilahan sampah organik dan anorganik dari masyarakat, berupa tabungan sampah yang bisa diambil dalam bentuk uang sehingga menjadi keuntungan bagi para nasabah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Chusnul Khotimah, Sabtu (14/8/2021).

Chusnul mengatakan, warga yang mengikuti program ini ditetapkan menjadi nasabah dan mendapat tabungan sampah.

Warga cukup mengumpulkan sampah rumah tangga masing-masing, lalu memilah antara sampah organik dan organik. Setelah itu petugas dari DLH akan mendatangi rumah warga dan mengambil sampah-sampah tersebut.

Sampah-sampah yang dikumpulkan dihitung dan diganti dengan sejumlah uang yang bisa diambil tiap bulan atau sesuai dengan kebutuhan.

"Ini saling menguntungkan. Masyarakat dapat uang, sementara kami bisa mengendalikan sampah di perkotaan," ujarnya.

Dengan Bagiak ini mempermudah nasabah untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah dan mendapat keuntungan dari hasil menabung sampah, sehingga sampah bisa terkelola dengan baik dan lingkungan menjadi lebih bersih. Kesadaran dan minat masyarakat dalam pengelolaan persampahan juga semakin meningkat.

Awalnya nasabah yang akan menabung harus datang langsung ke Bank Sampah Banyuwangi. Seiring berjalannya waktu, untuk meningkatkan pelayanan saat ini petugas dari Bank Sampah Banyuwangi berkeliling untuk menjemput hasil pemilahan sampah dari para nasabah.
DLH juga telah membuat aplikasi menabung sampah yakni Kertaspedia yang layanan menabung sampah berbasis digital.

Hasil dari tabungan sampah ini bisa menambah pendapatan. Seperti yang dilakukan Edy Supriyanto (40), warga Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi. Tiap bulan dia bisa mendapat tambahan uang dari tabungan Bank Sampah sekitar Rp 900.000 hasil dari sampah rumah tangganya sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved