Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Seribu Santri Ponpes Darul Ulum Jombang Divaksin Covid-19

Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga Khofifah Indar Parawansa meninjau vaksinasi di Ponpes Darul Ulum Jombang

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Sabtu (14/8/2021). 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Khofifah Indar Parawansa meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang, Sabtu (14/8/2021). Bersama Bupati Jombang Munjidah Wahab, vaksinasi khusus untuk santri dan santriwati Ponpes Darul Umum diberikan sebanyak 1.000 dosis.

Vaksinasi dengan sasaran santri kini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), yang hari ini juga bersinergi dengan IKA Unair. Pasalnya santri dengan usia 12 hingga 17 tahun divaksin dengan masuk golongan vaksinasi pelajar yang kini masuk prioritas untuk mendapatkan vaksinasi.

Bahkan, dikatakan Gubernur Khofifah, bahwa kini Pemprov Jatim tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk santri pesantren di Jawa Timur agar semua mendapatkan jatah vaksinasi.

"Santri, kami upayakan untuk mendapatkan vaksin. Sekitar seminggu lalu Pak Menkes meminta Pemprov Jatim untuk mendata jumlah santri dan pesantren yang ada di Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan kuota khusus bagi pesantren. Tapi ini baru akan berlangsung. Jadi sekarang sedang dilakukan pendataan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa upaya vaksinasi yang dilakukan kini adalah upaya pencegahan hulu-hilir.

Menurut Gubernur Khofifah, hal tersebut perlu dilakukan untuk dapat mencegah, mengurangi bahkan menghentikan penyebaran covid-19 di Jawa Timur dan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jatim sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU ini berpesan pada seluruh santri agar tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan bermasker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan menjadi kebiasaan baru yang tidak boleh ditinggalkan di tengah pandemi.

"Kami sekarang memang tengah menyisir elemen yang butuh percepatan, termasuk untuk pesantren. Tapi di sisi lain, kami butuh percepatan dropping. Makin cepat dropping dan makin banyak, maka makin masif vaksinasi. Problem saat ini adalah kecepatan vaksin dan besaran jumlah," tambahnya.

Menurut Gubernur Khofifah, saat ini sudah banyak pesantren yang bahkan siap dengan nakesnya. Selain itu semangat santri dan pengasuh untuk menyelenggarakan vaksinasi juga luar biasa.

Oleh sebab itu, Khofifah berharap agar percepatan dropping vaksin dari pemerintah pusat bisa dipercepat.

"Nah kalau keberseiringan dengan IKA Unair, kami memang sudah keliling di beberapa daerah. Lamongan sudah, Gresik sudah, Surabaya hari ini masuk dosis kedua, Sidoarjo juga. Ini bagian dari dedikasi alumni Unair, karena yang dibutuhkan masyarakat saat inj adalah vaksinasi. Maka kita keliling untuk seiringkan vaksinasi yang dilakukan pemerintah," pungkas Gubernur Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved