Kamis, 30 April 2026

Profil dan Biodata Paundrakarna, Calon Raja Mangkunegaran yang Pernah Bintangi Sinetron Fenomenal

Berikut ini profil dan biodata Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, calon raja Mangkunegara setelah Kanjeng Gusti Pangeran A

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase instagram/istimewa
Paundrakarna, Calon Raja Mangkunegara menggantikan sang ayah, Mangkunegara IX yang wafat, Jumat (13/8/2021). 

SURYA.CO.ID - Berikut ini profil dan biodata Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, calon raja Mangkunegara setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX wafat, Jumat (13/8/2021). 

Paundrakarna adalah putra sulung Mangkunegara IX dengan putri Presiden Pertama RI Soekarno, Sukmawati.  

Meski Mangkunegara IX dan Sukmawati telah bercerai, namun Paundrakarna tetap menjadi anak pertama lelaki dari garis keturunan raja.

Artinya, bila masa kepemimpinan Mangkunegara IX selesai, Paundra masuk dalam kandidat calon raja selanjutnya, penerus tahta di keraton Mangkunegaran.

Namun beberapa kali saat disinggung soal hal ini, Paundra enggan memberikan komentar panjang.

Baca juga: Heboh Pemakaman Peti Kosong, Terjadi di Sleman, Jenazah Covid Tertinggal di Solo, Ini Kronologinya

Penelusuran TribunSolo.com, ia tak pernah sekalipun menyampaikan secara resmi tentang kesiapannya menjadi seorang raja di Keraton Mangkunegaran.

Paundra masih belum tertarik untuk berbicara perihal politik dinasti, ia lebih senang bila diajak berbicara tentang seni dan budaya seperti yang dilakoninya saat ini.

Seperti diketahui, Mangkunegara IX wafat di Jakarta dan rencananya akan dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih Karanganyar pada Minggu (15/8/2021). 

Wedhono Satrio, KRMT Lilik Priharso Tirto Diningrat, mengatakan Raja Mangkunegaran itu akan dimakamkan lengkap dengan pakaian kebesarannya.

Nantinya jenazah KGPAA Mangkunegaran dimakamkan dengan menggunakan ageman atau pakaian kebesarannya selama menjabat sebagai raja.

“Jadi sejak dulu itu tidak ada yang menggunakan kain kafan, semua pakai ageman atau pakaian kebesaran," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (13/8/2021).

"Almarhum nanti dimasukan kedalam peti dan tidak dikeluarkan,” jelas dia.

Dalam prosesi pemakaman, almarhum nantinya akan dibawa dari Mangkuneran dengan menggunakan mobil sampai dengan Astana Girilayu.

Barulah sesampainya di Astana Girilayu, almarhum akan dibawa ke liang lahat dengan prosesi adat Jawa.

"Para kerabat yang datang dan pembawa peti jenazah akan menggunakan pakaian Jawa," aku dia.

Kini nama Paundrakarna kembali jadi sorotan seusai Raja Mangkunegaran mangkat.

Berikut profil dan biodatanya: 

Paundrakarna dan Sukmawati Soekarnoputri
Paundrakarna dan Sukmawati Soekarnoputri (kolase TribunStyle.com)

1. Seniman 

Paundra bukanlah keturunan raja semata, sebab dirinya merupakan putra sulung Sukmawati Soekarnoputri yang merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri dan anak Soekarno.

Sukmawati dan Sujiwakusuma atau Mangkunegara IX diketahui dikarunai dua orang anak.

Sulungnya adalah seorang putra bernama Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, lahir 19 April 1975.

Sedangkan yang kedua seorang anak perempuan yang diberi nama Putri Agung Suniwati Sukmaputra, lahir 4 Agustus 1977.

Saat ini Paundra menjadi seniman melalui rumah produksi tari Adicipta Pundrakarna Production yang dimilikinya.

Pada jenjang pendidikan Paundra menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Surakarta pada tahun 1994.

Setelah lulus Paundra melanjutkan kuliah desain grafis di Univeritas Trisakti pada 1994.

Hanya satu tahun, lantas Paundra memutuskan keluar pada tahun 1995.

Untuk mendukung kariernya di dunia hiburan Paundra masuk di Akademi Komunikasi Indonesia di Yogyakarta.

Puandra mengambil jurusan broadcasting dan dinyatakan lulus pada tahun 2000.

2. Pemeran Sinetron Galih di Gita Cinta dari SMA

Nama Paundra mulai dikenal luas setelah tampil dalam sinetron berjudul Saraswati. 

Paundra makin melejit setelah memerankan Galih dalam sinetron Gita Cinta dari SMA. 

Sinetron ini merupakan remake dari film yang tenar pada tahun 1970-an yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman.

Sedangkan pendatang baru Ratna Galih Primakusuma menggantikan peran Yessy Gusman sebagai Ratna.

Parasnya yang rupawan dan aktingnya yang apik sebagai Galih membuatnya menjadi idola remaja saat itu.

Saat berperan menjadi Galih di tahun 2004, Paundra baru berusia 25 tahun

Gita Cinta dari SMA
Gita Cinta dari SMA (blogspot)

Paundra juga pernah tampil dalam sinetron Perempuan Pilihan dan Kucinta Dia.

3. Rambah Dunia Musik

Di dunia tarik suara, Paundra pernah merilis album perdana, Sebuah Awal pada bulan April 2004.

Album perdana ini berisi 10 lagu, salah satunya lagu Galih dan Ratna yang merupakan lagu tema sinetron Gita Cinta dari SMA yang dibintanginya.

Lagu andalan dalam album ini, Gita Cinta dari SMA, diciptakan Guruh Soekarnoputra, paman Paundra.

Di album perdananya ini, selain mengusung lagu ciptaan ibunya -- "Dag Dig Dug", Paundra juga unjuk kepiawaian cipta-mencipta lagu lewat tembang "La-la-la-ya Indahnya Dunia".

4. Jadi Anggota DPRD Solo

Dikutip dawi wikipedia, Paundra menyelesaikan sekolah atasnya di SMAN 1 Surakarta pada tahun 1994.

Sebelum menjadi salah satu 'peramai' dunia hiburan Indonesia, Paundra pernah bercita-cita ingin menjadi seorang desain grafis.

Cita-cita ini muncul karena hobinya yang suka menggambar.

Untuk mewujudkan keinginannya, Paundra kuliah disain grafis di Universitas Trisakti pada 1994.

Sayangnya, Paundra kemudian merasa tak nyaman dan memutuskan keluar pada 1995.

Untuk mendukung kariernya di dunia hiburan, Paundra kemudian masuk Akademi Komunikasi Indonesia di Yogyakarta mengambil jurusan broadcast dan lulus pada tahun 2000.

Paundra pernah berkecimpung di dunia politik saat menjadi anggota DPRD Solo dari Fraksi PDI-P. 

5. Sempat digadang-gadang di Pilkada Solo

Paundra sempat dilirik Partai Gerindra untuk dimajukan dalam Pilkada Solo 2020.

Paundra juga sempat mengungkap reaksi sang ibunda, Sukmawati Soekarnoputri, soal dirinya akan dipinang Gerindra untuk maju ke Pilkada Solo 2020.

"Sebelum membahas ini tadi ibu saya, ibu Sukma sudah ngirimin (berita)," ujar Paundra kepada TribunSolo.com, Selasa (29/10/2019).

"Terus bilang, emang bisa?" tambahnya.

Bahkan pemeran Galih-Ratna yang fenomenal itu, menyebut dia dan ibundanya yang merupakan adik dari Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri tersebut sempat berdiskusi panjang lebar.

"Baru saja kelar habis debat (diskusi) menanyakan isu yang berkembang itu," aku dia.

Sayangnya, rencana  Paundra menjadi pemimpin Solo itu tidak berlanjut. 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Sosok Paundrakarna, Calon Raja Mangkunegaran Setelah Mangkunegara IX Wafat, Cucu Soekarno

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved