Berita Mojokerto

Hari Ini, Ratusan Ibu Hamil di Kota Mojokerto Jalani Vaksinasi Covid-19 Perdana

Ratusan ibu hamil di Kota Mojokerto menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama dengan menggunakan vaksin Sinovac.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Seorang ibu hamil saat menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (14/8/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Ratusan ibu hamil (Bumil) di Kota Mojokerto menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama dengan menggunakan vaksin Sinovac.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Bumil perdana ini dilakukan sesuai protokol kesehatan (Prokes) di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (14/8/2021).

Kepala UPT Puskesmas Kedundung, drg Heti Nira Purnaningsih mengatakan, berdasarkan ketentuan dari Kementerian Kesehatan (Kesehatan) vaksinasi bagi Bumil yang sebelumnya tidak dapat diberikan karena mereka masuk kelompok rentan, namun kini diperbolehkan.

"Sesuai jadwal hari ini, pelaksanaan vaksinasi ibu hamil mencakup dua wilayah. Yaitu Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Gununggedangan dengan kuota sebanyak 115 Bumil," ungkap Heti saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Sabtu (14/8/2021).

Namun dari jumlah tersebut, lanjut Heti, Bumil yang hadir menjalani vaksinasi hanya 49 orang. Sehingga, pihaknya akan menjadwalkan kembali vaksinasi Covid-19 bagi Bumil.

"Sesuai ketentuan vaksinasi dosis satu untuk Bumil dengan usia kehamilan 13 hingga 33 minggu, selebihnya atau kurang dari itu tidak boleh disuntikan vaksin," jelas Heti.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk Bumil dengan melibatkan dua tim sebanyak delapan orang, termasuk vaksinator pukul 08.00 WIB-12.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya tenaga kesehatan (Nakes) dan vaksinator bekerja keras memberikan edukasi terkait vaksinasi Covid-19 ini. Sebab, sebagian Bumil merasa ragu-ragu saat disuntikan vaksin.

Mayoritas mereka yang takut divaksin karena khawatir berdampak terhadap tubuh dan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Heti menganggap secara psikis yang dirasakan sebagian Bumil wajar, karena mereka memiliki kekhawatiran tersendiri saat divaksin. Sehingga perlu komunikasi khususnya diawal seperti sosialisasi oleh Bidan desa sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut. Satu Bidan Desa mendampingi 20 Bumil di dua Kelurahan Gununggedangan dan Kelurahan Kedundung.

"Ya memang ada sebagian Bumil yang masih ragu-ragu, sehingga kami meyakinkan. Karena di awal vaksinasi, Bumil tidak diperkenankan, namun kini diperbolehkan. Ini yang harus kami jelasnya, akhirnya mereka mau divaksin," ucap Heti.

Masih kata Heti, pihaknya akan membuat jadwal vaksinasi kembali bagi Bumil di Kelurahan Gununggedangan dan Kelurahan Kedundung yang belum menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama ini.

"Nanti kami jadwalkan ulang untuk Bumil yang tadi tidak hadir vaksinasi, paling tidak pelaksanaannya pekan depan," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved