Virus Corona di Nganjuk

Ikhtiar Pemkab Nganjuk, Gelar Sholawat dan Do'a Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Covid-19

Ikhtiar pada Tuhan YME sebagai Sang Pencipta, Pemkab Nganjuk menggelar Sholawat dan D'oa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Pandemi Covid-19.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi bersama Forpimda dan para kiai di Kabupaten Nganjuk menggelar Sholawat dan Do'a Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari pandemi covid-19 secara virtual diikuti ratusan warga. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Ikhtiar pada Tuhan YME sebagai Sang Pencipta, Pemkab Nganjuk menggelar Sholawat dan D'oa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Pandemi Covid-19.

Hal itu sekaligus dalam rangka peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, hingga saat ini tidak terasa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya di Kabupaten Nganjuk sudah selama 1,5 tahun.

Terakhir perkembangan kasus Covid-19 telah mencapai hampir 11 ribu kasus. Penambahan kasus tertinggi terjadi antara tanggal 12 - 20 Juli lalu atau dalam waktu delapan hari mencapai 2.900 kasus.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 80 persen bisa sembuh dari covid-19, dan sebanyak 5-7 persen meninggal dunia karena covid-19," kata Marhaen Djumadi dalam acara Sholawat dan Doa bersama untuk keselamatan Bangsa secara virtual di Kabupaten Nganjuk, Jumat (13/8/2021).

Dengan kondisi seperti itu, dikatakan Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk terus berupaya menjalankan skema penanganan covid-19 dengan berbagai macam langkah dan kegiatan.

Termasuk sekarang ini dengan mengimbau masyarakat terkonfirmasi positif covid-19 untuk mengikuti program Isoman terpusat (Isoter). Ini dikarenakan terjadinya penularan covid-19 terbesar dari kluster keluarga yang melakukan isoman di rumah.

"Kalau tidak salah ada sekitar 1.500 warga yang melakukan isoman di rumah, dan mereka itu sekarang ini yang diimbau untuk melakukan Isoter di Desa masing-masing, di Kecamatan, atau di tiga tempat Isoter yang kami sediakan," ucap Marhaen Djumadi.

Disamping itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya juga mengharapkan penerapan Prokes ketat terus dilakukan oleh masyarakat. Ini dikarenakan varian delta covid-19 lebih ganas dari varian sebelumnya.

Di mana penularan varian delta butuh waktu 5 detik saja. Tidak perlu itu warga lansia ataupun usia muda bisa terpapar virus covid-19 varian delta tersebut.

Bahkan, tidak hanya para lansia yang meninggal akibat covid-19 varian delta, namun sekarang ini warga usia muda juga banyak yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya mengajak semuanya untuk bersama-sama berikhtiar memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa segera mengangkat virus covid-19 dari muka bumi Indonesia khususnya Kabupaten Nganjuk.

"Marilah berikhtiar doa bersama memohon pada Allah SWT untuk mengetuk pintu langit agar virus covid-19 segera diangkat dari Bumi Indonesia khususnya Kabupaten Nganjuk sehingga semuanya bisa kembali seperti sebelumnya," tutur Marhaen Djumadi. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved