Berita Kediri

Suami Bunuh Istri Saat Malam 1 Suro di Kediri, Warga Ungkap Keanehan dan Reaksi Ibu yang Janggal

Ada keganjilan dalam kasus pembunuhan seorang istri oleh suami di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Musahadah
surya/farid mukarrom
Ainun Nofi Hafiful Huda alias ANH, warga Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang tega membunuh istrinya. 

SURYA.CO.ID - Ada keganjilan dalam kasus pembunuhan seorang istri oleh suami di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pembunuhan yang dilakukan Ainun Nofi Hafiful Huda alias ANH (30) terhadap sang istri, Eka Rini (29) itu terjadi pada malam 1 Suro atau Senin (9/8/2021) malam. 

Saat kejadian itu, banyak warga yang berjaga alias 'melekan', termasuk para tetangga Ainun Nofi Hafiful Huda

Kepala Desa Wonojoyo Dwi May Susanto mengungkapkan, tak ada satu pun warganya yang mendengar ada suara keributan seperti orang sedang bertikai dari dalam rumah Ainun. 

"Malam kejadian itu kan malam 1 Suro, warga sini banyak yang berjaga. Dan selama berjaga juga tak dengar suara apa pun, entah teriakan atau lainnya," jelas Kades Wonojoyo.

Baca juga: Suami yang Bunuh Istri di Kediri Alami Hal Memilukan 3 Minggu Sebelumnya, Kades Ungkap Keganjilan

Bahkan, lanjut May,  saat kejadian korban dilaporkan bunuh diri di dalam rumah itu terdapat ibu pelaku.

Anehnya, sang ibu juga tak mendengar suara keributan.

Kematian Eka Rini baru diketahui setelah Ainun melapor ke ibunya. 

"Pelaku dengan tenang menyampaikan ke ibunya kalau istrinya mencoba bunuh diri," jelas Dwi. 

Pihak keluarga lalu membawa korban ke rumah sakit. 

"Tetapi pihak keluarga membawa ke rumah sakit, saat dibawa ke rumah sakit korban sudah meninggal," katanya.

Keluarga korban tak terima 

Ainun Nofi Hafiful Huda, suami pembunuh istri di kediri dan tempat jasad Eka Rini ditemukan.
Ainun Nofi Hafiful Huda, suami pembunuh istri di kediri dan tempat jasad Eka Rini ditemukan. (surya/farid mukarrom)

Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Eka Rini lalu dibawa ke rumah orangtuanya di Dandangan.

Keluarga Eka Rini lalu mengecek kondisi jasadnya. 

Karena banyak luka di sekujur tubuh Eka Rini, keluarga lalu melaporkan kecurigaan itu ke Polsek Gurah. .

Korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi dan autopsi.

 "Kemudian dari hasil autopsi ada indikasi korban pembunuhan. Kemudian diintegrasi dengan pihak kepolisian akhirnya dia (pelaku) mengakui perbuatannya," jelas Kades Wonojoyo Gurah Kediri.

Di bagian lain, Ainun, sang suami ngotot kalau istrinya tewas bunuh diri. 

Tim inafis Polres Kediri lalu melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk memastikan penyebab kematian korban. 

Hasil identifikasi yang dilakukan Inafis Polres Kediri menyebutkan bahwa korban meninggal dalam keadaan tidak wajar karea ditemukan sejumlah luka sayatan pada tangan korban.

Selain itu juga terdapat luka di bagian dada atau perut korban, kemudian luka memar di leher hingga bagian pangkal paha kaki kanan.

Kecurigaan kepolisian juga semakin besar, ketika melihat banyak ceceran darah di sejumlah alat atau benda tajam yang ditemukan di dekat rumah korban.

Benda tajam yang ditemukan ini adalah pisau dapur, cangkul dan gergaji besi yang semuanya terdapat bercak darah.

Lantas pihak Satreskrim Polres Kediri kembali melakukan proses interogasi kepada ANH.

Gelagat mencurigakan kemudian keluar saat ANH menyampaikan alur cerita tewasnya istrinya yang semula dikatakan bunuh diri.

Hingga akhirnya Buser Satreskrim Polres Kediri menanyakan bekas luka yang ada di tangan ANH.

"Luka ini kenapa," tanya penyidik yang menginterogasi.

Dari luka yang ditunjuk penyidik, ANH gelagapan dan mengatakan Anu...anu...

Dari pendekatan yang dilakukan penyidik, ANH akhirnya mengakui jika istrinya dihabisi.

Luka di bagian tangan ANH karena dicakar oleh istrinya saat mencekik lehernya.

Dia pun mengaku telah membunuh istrinya karena cemburu. 

"Setelah kita dalami dan interogasi tersangka, ada alur cerita yang menurut kami tak sesuai. Karena kita melihat ada keadaan tubuh dari suami itu yang terdapat luka. Setelah kita tanyakan luka itu, suaminya mengakui telah membunuh istrinya," terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha, Selasa (10/8/2021).

Akibat perbuatannya pelaku kini harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Kediri.

"Pelaku kita kenakan dengan Undang - Undang KDRT Pasal 44 Ayat 3 dengan ancaman hukuman mencapai 15 tahun penjara," pungkas Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha.

ANH tega membunuh istri yang telah memberinya dua anak itu hanya gara-gara melihat percakapan atau chat di ponsel Eka Rini

Hal itu terjadi pada Senin (9/8/2021) malam. 

Saat itu ANH mengecek ponsel Eka Rini dan melihat ada percakapan dengan pria lain yang diduga selingkuhan sang istri. 

Seketika ANH naik darah dan berselisih dengan sang istri hingga akhirnya tega membunuhnya. 

Setelah Eka Rini tak bernyata, ANH pun menyusun skenario palsu dengan menyebut istrinya tewas karena bunuh diri. 

Sosok Ainun

Tersangka ANH yang menghabisi nyawa istrinya, Eka Rini saat digiring menuju ruang penyidikan Polres Kediri, Selasa (10/8/2021)
Tersangka ANH yang menghabisi nyawa istrinya, Eka Rini saat digiring menuju ruang penyidikan Polres Kediri, Selasa (10/8/2021) (Farid Mukarom)

Kondisi sebenarnya Ainun diungkapkan Kepala Desa Wonojoyo, Dwi May Susanto. 

Ternyata, ANH yang seorang sopir ini ternyata baru dipecat atau di PHK dari tempat kerjanya. 

Pemecatan warga Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur ini terjadi tiga minggu sebelum dia nekat membunuh istrinya. 

Dwi May Susanto, mengungkapkan, kondisi ANH diketahui dari laporan warga kepadanya.

"Saya dapat informasi jika pelaku ini di-PHK dari kerjanya sebagai sopir," terangnya.

Ainun sebutan akrab ANH memang tinggal dan lahir di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Di sana dia tinggal bersama dua kepala keluarga lainnya.

"Jadi di rumah itu ada 3 KK yang tinggal, pertama orangtua Pelaku, Kemudian adik dari pelaku dan Pelaku bersama istrinya," ujarnya kepada SURYA.co.id Rabu (11/8/2021).

Ainun bersama keluarganya juga kerap berpindah-pindah tempat tinggal. 

Terkadang dia juga tinggal di rumah keluarga Eka RIni di Kelurahan Dandangan Kota Kediri.

"Satu Minggu terakhir tinggal di rumah ibunya di Wonojoyo Gurah," jelasnya.

Diakui Dwi, selama ini kehidupan mereka tidak ada masalah, 

Bahkan, sesaat sebelum pembunuhan itu, tetangga sekitar juga tak mendengar suara keributan dari dalam rumah pelaku.

"Sepengatahuan kami di lingkungan juga baik - baik saja. Tidak ada cek cok sepengatahuan kami baik saja," ungkap Dwi May Susanto.

Terkait sosok korban Eka Rini, Dwi menyebut selama ini ibu dua anak ini bekerja di sebuah salon. 

ANH hanya tertunduk lesu saat digiring ke ruang penyidikan Mapolres Kediri.

Sebelumnya, ANH berlagak sedih dan menangis tersedu-sedu melihat istrinya terbujur kaku. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved