Breaking News:

Berita Lumajang

Polisi Tangkap Pelaku Ilegal Logging yang Diotaki Seorang Perempuan di Lumajang

Pembalakan liar alias illegal logging di Lumajang terutama kawasan perbukitan masih marak terjadi. Polisi bahkan seorang perempuan terkait kasus itu.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
Foto: polres lumajang
Seorang perempuan¬†berinisial R (39) ditangkap polisi terkait illegal logging atau pembalakan liar. 

SURYA.CO.ID | LUMAJANG - Pembalakan liar alias illegal logging di Lumajang terutama kawasan perbukitan masih marak terjadi.

Berulang kali, polisi menangani kasus tersebut rupanya belum ada efek jera bagi para pelaku. Bisa jadi, minimnya hukuman ditengarai kasus tersebut masih kerap terjadi.

Menariknya, baru-baru ini polisi menangani kasus illegal logging yang diaktori oleh seorang perempuan berinsial R (39) warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Tak tangung-tanggung dari tangannya, polisi mendapat barang bukti 10 balok kayu jati berukuran 120 x 20 sentimeter. Akibat aksinya ditafsir negara mengalami kerugian hampir 10 juta.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, pengungkapan kasus bermula ketika Polsek Pasirian melakukan patroli di kawasannya.

Saat itu, anggota yang sedang bertugas memergoki R menepikan kendaraan pikapnya di pinggir jalan.

Mendapati hal itu, petugas melakukan pemeriksaan pengemudi. Tak disangka, di bak mobil pikap terangkut sejumlah kayu tanpa dilengkapi surat keterangan sah hasil hutan.

"Jadi awalnya R ini berhenti di pinggir jalan Jalur Lintas Selatan (JLS). Diamati dari jauh salah satu ban kendaraan itu bocor, niatnya petugas ingin membantu. Tapi setelah didatangi ternyata yang bersangkutan membawa balok kayu ilegal," kata Shinta.

Moment ini tentu saja seolah-olah menjadi mimpi buruk bagi R. Polisi langsung menggelendenya ke Kantor Polres Lumajang.

Akibat perbuatannya, kini R dijerat Pasal 83 Huruf B UU RI No 13 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pengerusakan Hutan.

"Paling singkat hukuman penjara 1 tahun, paling lama 5 tahun," pungkas Shinta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved