Selasa, 14 April 2026

Berita Gresik

Nelayan Temukan Guci Kuno di Perairan Bawean, Diperkirakan dari Era Dinasti Ming

Nelayan di Pulau Bawean menemukan benda bersejarah, yaitu dua guci kuno yang ikut terjaring saat mencari ikan di perairan Bawean.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
Istimewa
Guci kuno yang diperkirakan peninggalan era dinasti Ming diketemukan di perairan Bawean, Kamis (12/8/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Nelayan di Pulau Bawean menemukan benda bersejarah, yaitu dua guci kuno yang ikut terjaring saat mencari ikan di perairan Bawean.

Saat diangkat, dua guci itu ternyata memiliki nilai sejarah. Guci tersebut berbahan dasar tanah liat dengan motif bergambar naga.

Diperkirakan, benda itu merupakan peninggalan bersejarah dari era Dinasti Ming, China.

Informasi yang dihimpun, dua guci itu tersangkut di jaring nelayan asal Lamongan pada Juni 2021 lalu. Saat ini, benda tersebut disimpan oleh warga sekitar.

Ketua Bidang Pengembangan Sumberdaya Laut PPKB (Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean), Abdul Saddam Mujib menyebut, benda tersebut ditemukan di perairan barat Pulau Bawean. Di sana, merupakan tempat Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Penemuan guci kuno itu mengindikasikan kekayaan dasar laut perairan Bawean. Analisis itu bukan tanpa alasan.

Dikatakannya, laut Jawa menjadi jalur kapal-kapal besar milik China, Portugis dan lainnya di masa lampau. Menjadi jalur perdagangan dan jalur transportasi laut paling sibuk.

"Semoga dengan penemuan guci bermotif naga bisa menjadi daya tarik wisatawan. Apalagi kalau nantinya dibuatkan museum barang antik yang ditemukan di perairan Bawean. Jadi bukan barang antik saja, tapi bisa dibuatkan semacam pameran foto dari keanekaragaman hayati laut di Bawean seperti terumbu karang, dugong," kata dia.

Sementara itu, Adji Sudarmo Kakaikan penulis Majalah Scuba Diver Australasia - Ocean Planet Indonesia ( SDDAI) mengatakan, penemuan tersebut bisa menjadi daya tarik wisata sejarah.

Sehingga menumbuhkan pariwasata minat khusus, utamanya sektor bahari. Hal ini ada keterkaitan dengan penyebaran Islam yang dibawa oleh Sunan Gresik.

”Ada kaitannya dengan penyebaran agama Islam, dulu ceritanya Sunan Gresik berasal dari Champa dataran China, sekitar 1300 Masehi. Dua guci itu merupakan penemuan selain penemuan lainnya seperti tembikar atau gerabah era Dinasti Ming atau Dinasti Qin. Biar saja guci itu disimpan di bawah laut lagi, biar menjadi wisata snorkling,” tambahnya.

Jika dikelola dengan baik, tambah Adji, bersama instansi dan melibatkan masyarakat maka akan turut menumbuhkan perekonomian sekitar. Tinggal bagaimana pengelolaan wisatanya agar tidak dirusak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved