Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Sematkan Satyalancana Karya Satya Kepada 576 ASN di Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah menyematkan secara langsung Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi ASN di lingkungan Pemprov Jatim

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyematkan secara langsung Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2021 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim, Kamis (12/8/2021). 

“Seluruh ASN di Jawa Timur harus teguh menjaga NKRI melalui dedikasi dan pengabdian terbaiknya. Bagaimana kita mendedikasikan seluruh pengabdian sesuai dengan profesi tugas pokok dan fungsi masing-masing, baik yang berada pada jabatan struktural maupun jabatan fungsional,” tegasnya.

Menurutnya, pengabdian dan dedikasi itu salah satunya terlihat ketika masa pandemi Covid-19 saat ini. Dimana pemerintah melalui sangat banyak kebijakan dan intervensi memberikan bantuan seperti program sosial, bantalan-bantalan sosial ekonomi, Banpres PUM, bantuan subsidi upah dan seterusnya.

Khofifah berharap, para ASN Jatim di posisi apapun seyogyanya tetap melakukan update terkait bantuan sosial, bantuan untuk usaha mikro, bantuan untuk subsidi upah, termasuk di dalamnya adalah bantuan untuk guru dan murid melalui bantuan kuota internet, serta bantuan lainnya.

“Jangan merasa itu bukan tugas saya, tetapi ketika teridentifikasi bahwa Bapak Ibu Saudara sekalian menjadi ASN di Pemprov, orang akan bertanya karena mungkin mereka belum terkonfirmasi berbagai lapisan-lapisan bantuan baik sosial ekonomi maupun bantuan pendidikan tersebut,” terangnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang telah mendedikasikan seluruh energi dan produktivitas untuk membawa Jawa Timur semakin maju.

Dirinya berharap, seluruh produk pembangunan tersebut bisa dirasakan manfaatnya lebih banyak dan lebih baik lagi bagi seluruh elemen masyarakat yang tinggal di Jawa Timur.

“Kenapa saya menyebut yang tinggal di Jawa Timur bukan hanya untuk masyarakat yang ber-KTP Jawa Timur, karena ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka siapa pun yang tinggal di Jawa Timur harus merasa aman, merasa nyaman, merasa damai dan merasa terlindungi. Perlindungan kita adalah untuk semua yang berada di area ini bukan hanya yang ber-KTP Jawa Timur,” ungkapnya.

Bentuk layanan bagi seluruh elemen masyarakat yang tinggal di Jatim tersebut salah satunya dalam program vaksinasi. Di mana program vaksinasi ini terus diperluas kepada seluruh elemen masyarakat yang berdomisili di Jatim.

“Ini adalah layanan-layanan kemanusiaan untuk mereka yang tinggal di Jawa Timur. Saudara punya tugas memberikan layanan bagi mereka yang berada dan tinggal atau berdomisili di Jawa Timur,” terang Mantan Menteri Sosial RI ini.

Selain vaksinasi, bentuk layanan tersebut juga terlihat dalam hal penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia melalui Jatim. Bahwa PMI yang berada di Asrama Haji Surabaya mendapatkan layanan, perlakuan dan perlindungan yang sama dalam proses karantina mulai swab, lama waktu karantina selama lima hari, serta pelayanan gizi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved