Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Cicil Vaksinasi untuk Industri Padat Karya Aglomerasi di Surabaya Raya

Vaksinasi untuk tenaga kerja di sektor industri terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mendampingi kunjungan kerja Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang, di PT Smelting Indonesia Gresik, Kamis (12/8/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Vaksinasi untuk tenaga kerja di sektor industri terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa saat ini yang tengah disasar adalah tenaga kerja sektor industri di kawasan aglomerasi di Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto yang masuk dalam kawasan Surabaya Raya.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Khofifah di sela mendampingi kunjungan kerja Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang, di PT Smelting Indonesia Gresik, Kamis (12/8/2021).

Ia mengatakan, bahwa vaksinasi tenaga kerja sektor industri di Jatim sudah mulai dicicil.

“Kami sangat berharap sangat untuk kawasan aglomerasi Surabaya Raya, yaitu mulai Surabaya Sidoarjo Gresik sampai pinggiran Mojokerto ini sangat banyak industri padat karya. Kami baru mencicil, Gresik masih sedikit, Sidoarjo sedikit, Mojokerto baru akan kita cicil mulai Jumat Sabtu Minggu nanti, karena masing-masing kita baru punya 7.500 dosis,” kata Gubernur Khofifah.

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah berharap dropping vaksin bagi naker di sektor industri bisa dimaksimalkan. Sehingga vaksinasi di daerah yang padat karya bisa semakin dimasifkan.

Menurut Khofifah vaksinasi menjadi kunci atau hulu dalam menggalakkan roda ekonomi di tengah pandemi covid-19.

Jika tenaga kerja sudah divaksin, maka setiap tenaga kerja akan memiliki benteng di dalam diri guna menangkis kemungkinan maupun menambah kekuatan antibodi tubuh di tengah pandemi covid-19.

“Vaksinasi ini menjadi bagian penting karena ini hulunya. Bersama protokol kesehatan, vaksinasi itu hulunya. Sedangkan hilirnya adalah kuratif,” tegasnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, bahwa percepatan vaksinasi berbasis aglomerasi akan terus digalakkan.

Sebelumnya mendorong vaksinasi di aglomerasi kawasan industri, Pemprov Jatim juga telah mendorong vaksinasi berbasis kawasan aglomerasi seperti kawasan Malang Raya.

Sejauh ini capaian vaksinasi di Jawa Timur baru di kisaran 25 persen untuk dosis pertama.

Menurut Khofifah, kesuksesan vaksinasi di Jawa Timur bergantung dari kelancaran dosis vaksin covid-19. Sebab, dikatakan Khofifah secara tenaga kesehatan vaksinator telah mencukupi di Jatim, begitu juga dari kemampuan daerah menyelenggarakan vaksinasi serta semangat warga Jatim yang antusias mengikuti vaksinasi. Sehingga yang butuh didorong adalah suplai dosisnya.

“Oleh sebab itu, Pak Menteri kami berharap ada suplai vaksin yang cukup, terutama untuk sektor industri agar vaksinasi bisa terus diperluas dan lebih masif,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang meninjau vaksinasi tenaga kerja di PT Smelting Indonesia di Gresik. Total ada sebanyak 2.000 peserta vaksinasi di perusahaan penghasil peleburan dan pemurnian tembaga tersebut. Kegiatan vaksinasi dilakukan dalam tiga hari ke depan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved