Breaking News:

Cara Cepat Menyembuhkan Anosmia atau Hilang Penciuman Sesuai Anjuran, Latihan 20 Detik Per Hari

Berikut cara cepat menyembuhkan anosmia atau hilangnya penciuman secara mudah dan alami sesuai anjuran dokter.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
CANVA
Cara Mengatasi Anosmia atau Kehilangan Penciuman 

Penulis: Alif Nur | Editor: Musahadah

SURYA.CO.ID - Berikut cara menyembuhkan anosmia atau hilangnya penciuman secara mudah dan alami sesuai anjuran dokter.

Anosmia merupakan kondisi di mana hidung tak bisa membau karena adanya gangguan akibat bakteri maupun virus.

Anosmia juga bisa disebabkan oleh gangguan di dalam hidung yang disebabkan oleh tumor, alergi, atau paparan zat kimia lain yang berbahaya. 

Kondisi hilangnya penciuman juga menjadi gejala yang sering dialami oleh orang yang terpapar virus corona atau Covid-19.

Baca juga: 5 Makanan Sumber Vitamin D yang Murah dan Mudah Didapat, Serta Waktu Berjemur Sesuai Anjuran

Sebagaimana dijelaskan oleh dr. Santi yang merupakan dokter di Medical Center Kompas Gramedia, dalam Youtube Sonora ID, Rabu (30/6/2021).

"Infeksi virus atau bakteri lainnya yang menyerang saluran pernapasan bisa bikin anosmia," kata dr. Santi.

Menurut dr Santi, orang yang mengalami anosmia benar-benar tidak dapat mencium bau sama sekali.

"Pada anosmia itu (kemampuan penciuman) hilang sama sekali, jadi ditaruh apapun enggak ada baunya," ujarnya. 

Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Dokter Santi mengatakan bahwa anosmia yang terjadi pada pasien Covid-19 akan sembuh dalam 28 hari.

Namun biasanya akan sembuh dalam waktu yang cepat.

"Rata-rata satu sampai 21 hari sudah beres," kata dia.

Pada kondisi ringan, dia menjelaskan bahwa anosmia tidak membutuhkan perawatan khusus dan indera penghidu pasien bisa kembali lagi seperti semula.

Namun, ada juga sejumlah kasus di mana penderita anosmia dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.

Maka dari itu, ada sejumlah cara mudah yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan anosmia

Berikut selengkapnya.

Cara Melatih Penciuman Bagi Penderita Anosmia

Cara mempercepat penyembuhan anosmia dapat dilakukan dengan olfactory training atau smell training (latihan penciuman).

Latihan ini merupakan anjuran dari Dr Yonian Gentilis Kusumaasmara, SpTHT-KL.

Adapun, Cara melakukan latihan penciuman ini dapat dilakukan dengan mudah dan tak memakan waktu lama.

Pertama, siapkan benda berbau menyengat yang berbeda.

Contohnya seperti kulit jeruk, minyak kayu putih, dan kayu manis.

Selain itu, ada juga benda berbau menyengat lainnya seperti bawang putih, daun mint, dan kopi.

Kedua, cium benda-benda yang telah anda siapkan selama 20 detik.

Ketiga, lakukan proses ini sebanyak dua kali sehari.

Latihan penciuman untuk penderita anosmia dianjurkan oleh para peneliti seperti dikutip dari penelitian yang dimuat dalam jurnal International Forum of Allergy and Rhinology.

Dalam penelitan tersebut, Prof Philpott menjelaskan bahwa 90 persen orang mengalami pemulihan indra penciumannya setelah enam bulan.

Adapun jika orang tersebut belum mendapatkan kembali indra penciuamannya dalam enam bulan, jalur penciuman otak dapat dilatih untuk mengenai bau yang berbeda

"Tujuannya untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengkompensasi perubahan atau cedera," katanya.

Sebetulnya, seseorang yang kehilangan indra penciuman dan perasa dapat sembuh dengan sendirinya.

"Kita tinggal tunggu saja kapan, bisa delapan hari atau sampai tiga minggu. Tapi kalau ingin cepat harus melakukan smell training," katanya dikutip Kompas.com dalam Instagram Live bersama Eka Hospital Bekasi, Senin (12/7/2021).

Orang yang mengalami anosmia cenderung kehilangan nafsu makan.

Hal tersebut dianggap sebagai tindakan yang wajar karena saat makan, kita melakukan tiga fungsi.

Tiga fungsi tersebut adalah flavor, tase (rasa) dan smell (penciuman).

Penyatuan antara Smell dan Test akan menginterpretasikan sebuah flavor.

Sehingga saat anosmia terjadi, kita akan kesulitan untuk menciptakan flavor tersebut.

"Ketika salah satu fungsi itu hilang, otomatis flavornya juga hilang. Karena fungsi penciuman berperan aktif juga dalam merasakan sesuatu."

Namun, Yonian menegaskan agar pasien tetap tenang saat mengalami gejala ini.

"Nafsu makan biasanya akan pulih kembali ketika anosmianya kembali normal," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved