Breaking News:

9 Penyebab Anosmia atau Kehilangan Penciuman Selain karena Covid-19, Beserta Cara Mengatasinya

Berikut sejumlah penyebab hilangnya penciuman atau Anosmia selain terpapar Covid-19. Beserta cara mengatasinya.

CANVA
Ilustrasi. Simak Penyebab Anosmia atau Kehilangan Penciuman Selain karena Covid-19. 

Penyebab yang sering terjadi termasuk uap metakrilat, amonia, benzene, kadmium, kromat, formaldehida, hidrogen sulfide, debu nikel, atau asam sulfat.

Untuk melindungi diri sendiri, kenakan alat respirator yang menutupi hidung saat menangani bahan kimia yang berbau tajam di rumah atau di tempat kerja.

Untuk diperhatikan, masker sekali pakai mungkin tidak memberikan perlindungan yang memadai.

6. Efek samping obat-obatan

Pernahkah memperhatikan anosmia yang tercantum dalam daftar efek samping obat?

Obat-obatan tertentu seperti antibiotik, antihipertensi, dan antihistamin terkadang memang bisa menjadi penyebab hidung tak bisa mencium bau untuk sementara waktu.

Biasanya hidung akan kembali berfungsi setelah berhenti minum obat.

7. Efek penuaan

Seperti penglihatan dan pendengaran, indera penciuman secara normal akan menjadi kurang tajam seiring bertambahnya usia.

Setelah usia 60, Anda memiliki peluang lebih besar untuk kehilangan penciuman, yang juga dapat mengubah indera perasa.

Kombinasi ini berkontribusi pada penurunan berat badan progresif di antara lansia.

8. Efek samping terapi radiasi

Pasien yang menerima terapi radiasi untuk kanker kepala dan leher biasanya mengalami masalah dengan indera penciuman sebagai efek samping.

Hilangnya penciuman bisa bersifat sementara atau permanen saat perawatan berlanjut.

9. Masalah genetika

Beberapa orang bisa terlahir dengan sedikit atau tanpa indra penciuman. Kondisi ini dikenal sebagai anosmia kongenital atau anosmia bawaan.

Anosmia bawaan sering terjadi sendiri atau dapat menyertai kelainan genetik lainnya.

Kabar baiknya adalah hilangnya penciuman tidak selalu memengaruhi indera perasa atau pengecap.

Jadi panderita tetap dapat menikmati kue kering keping cokelat yang baru dipanggang meskipun mereka belum pernah menciumnya.

Karena hidung tak bisa mencium bau dapat disebabkan oleh begitu banyak kondisi yang berbeda dan banyak di antaranya terkait dengan otak, penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika pernah mengalaminya.

Cara Mengatasi Anosmia

Melansir artikel Kompas.com, anosmia sebentulnya dapat diatasi tanpa perlu diobati.

Itu artinya seseorang yang kehilangan indra penciuman dan perasa dapat sembuh dengan sendirinya.

"Kita tinggal tunggu saja kapan, bisa delapan hari atau sampai tiga minggu. Tapi kalau ingin cepat harus melakukan smell training," katanya dikutip Kompas.com dalam Instagram Live bersama Eka Hospital Bekasi, Senin (12/7/2021).

Orang yang mengalami anosmia cenderung kehilangan nafsu makan.

Hal tersebut dianggap sebagai tindakan yang wajar karena saat makan, kita melakukan tiga fungsi.

Tiga funsi tersebut adalah flavor, tase (rasa) dan smell (penciuman).

Penyatuan antara Smell dan Test akan menginterpretasikan sebuah flavor.

Sehingga saat anosmia terjadi, kita akan kesulitan untuk menciptakan flavor tersebut.

"Ketika salah satu fungsi itu hilang, otomatis flavornya juga hilang. Karena fungsi penciuman berperan aktif juga dalam merasakan sesuatu." Namun, Yonian menegaskan agar pasien tetap tenang saat mengalami gejala ini.

"Nafsu makan biasanya akan pulih kembali ketika anosmianya kembali normal," ucapnya.

Mengutip penelitian yang dimuat dalam jurnal International Forum of Allergy and Rhinology, para peneliti menyarankan seseorang yang mengalami gejala anosmia untuk melakukan latihan penciuman.

Dalam penelitan tersebut, Prof Philpott menjelaskan bahwa 90 persen orang mengalami pemulihan indra penciumannya setelah enam bulan.

Adapun jika orang tersebut belum mendapatkan kembali indra penciuamannya dalam enam bulan, jalur penciuman otak dapat dilatih untuk mengenai bau yang berbeda

"Tujuannya untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengkompensasi perubahan atau cedera," katanya.

Cara mempercepat penyembuhan anosmia dapat dilakukan dengan olfactory training atau smell training (latihan penciuman).

Latihan ini merupakan anjuran dari Dr Yonian Gentilis Kusumaasmara, SpTHT-KL.

Adapun, Cara melakukan latihan penciuman ini dapat dilakukan dengan mudah dan tak memakan waktu lama.

Pertama, siapkan benda berbau menyengat yang berbeda.

Contohnya seperti kulit jeruk, minyak kayu putih, dan kayu manis.

Selain itu, ada juga benda berbau menyengat lainnya seperti bawang putih, daun mint, dan kopi.

Kedua, cium benda-benda yang telah anda siapkan selama 20 detik.

Ketiga, lakukan proses ini sebanyak dua kali sehari.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved