Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 di Iran Mengganas, Tiap 2 Menit 1 Pasien Meninggal atau Sehari Ada 588 Kasus Kematian

Beberapa pekan ini, kasus Covid-19 di Iran mengganas. Dalam hitungan setiap 2 menit terdapat 1 pasien terpapar Corona meninggal dunia.

Editor: Iksan Fauzi
Freepik by pikisuperstar
Ilustrasi kasus Covid-19 di Iran mengganas. 

SURYA.co.id – Beberapa pekan ini, kasus Covid-19 di Iran mengganas. Dalam hitungan setiap 2 menit terdapat 1 pasien terpapar Corona meninggal dunia.

Perbandingan itu seperti dikutip Kompas.com dari Reuters. Bahkan, dalam 24 jam terakhir media pemerintah Iran menyebutkan, terdapat 588 kasus kematian disebabkan Covid-19.

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, jumlah kematian akibat virus corona di Iran sudah mencapai 94.603 kematian.

Media pemerintah Iran juga melaporkan rumah sakit di beberapa kota telah kehabisan tempat tidur untuk pasien baru.

Beberapa pengguna media sosial juga mengkritik upaya vaksinasi yang lambat di Iran.

Pasalnya, baru sekitar 4 persen dari 83 juta populasi yang sudah divaksinasi.

Sementara itu, penambahan kasus di Iran dalam 24 jam terakhir tercatat 40.808 kasus.

Baca juga: Syarat Masuk Mal Saat PPKM 10-16 Agustus, Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Aturan Bagi Anak

Sehingga total kasus Covid-19 di Iran sejak awal pandemi adalah 4.199.537 kasus.

"Setiap dua detik, satu orang terinfeksi (Covid-19) di Iran dan hampir setiap dua menit satu orang meninggal karena virus corona," kata televisi pemerintah.

Media tersebut menambahkan, sebagian besar dari 31 provinsi Iran telah meningkat statusnya dari oranye ke siaga merah.

Baca juga: Beda Perpanjangan PPKM 10-16 Agustus dengan Sebelumnya, Mal Buka di Surabaya, Jakarta dan Bandung

Pada Januari, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melarang impor vaksin buatan AS dan Inggris.

Ketika itu, dia mengatakan bahwa vaksin dari kedua negara tersebut tidak dapat diandalkan dan justru dapat menyebarkan infeksi.

Selain itu, Iran juga menyalahkan sanksi AS karena menghambat pembelian dan pengiriman vaksin dari negara lain.

Presiden baru Iran Ebrahim Raisi menerima dosis pertama vaksin Covid-19 buatan dalam negeri di depan umum pada Minggu (8/8/2021).

Dia lantas mendesak para pejabat untuk mempercepat vaksinasi dan menggunakan "semua cara yang diperlukan untuk mengekang pandemi. (Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved