Virus Corona di Surabaya

Bersyukur Tingkat Keterisian Kamar RS di Surabaya Terus Turun, ini Alasan Rumah Sehat Tetap Ada

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit di Surabaya terus menurun.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya.co.id/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Rumah Sehat di Surabaya. Tingkat keterisian kamar tidur di rumah sakit yang melayani pasien covid-19 di Surabay terus menurun. Tetapi Pemkot Surabaya tetap mempertahankan rumah sehat guna antisipasi. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur RS di Surabaya telah menurun. Ini bersamaan dengan akhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Untuk total BOR yang di rumah sakit Surabaya 70 persen. Sudah mulai turun," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (9/8/2021). 

Beberapa di antara okupansi RS yang menurun adalah RS darurat milik Pemkot. Di RS darurat Lapangan Tembak (RSLT), misalnya, kini jumlah penghuninya sekitar 30 orang. 

"Kondisi di RSLT sudah mulai jauh berkurang. Bahkan kemarin tinggal 30 orang. Sekalipun, mungkin saja hari ini ada potensi masuk lagi," katanya. 

Cak Eri berharap masyarakat bisa menjaga tren penurunan tersebut. Bukan hanya saat PPKM level 4 berlangsung. 

Masyarakat harus terus menjalankan kebiasaan menjaga prokes. "Tapi saya berharap bukan berarti kita lengah. Kita harus menjaga prokes," kata Cak Eri. 

Di antaranya, menghindari kerumunan dan memakai masker harus terus dijalankan. Selain menjaga protokol kesehatan, warga diminta proaktif untuk memeriksakan kesehatan. 

Dengan memeriksakan kesehatan, warga yang terindikasi sejak awal juga bisa mengikuti program isolasi terpusat.

Sehingga, selain akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara efektif, ini akan mengantisipasi timbulnya cluster penularan. 

"Sehingga rumah-rumah sehat tetap harus ada. Rumah sehat ini bukan untuk ketika kita diserang kaget baru berdiri. Tapi masih akan terus berdiri," katanya. 

Oleh karenanya, pihaknya masih akan mengaktifkan seluruh rumah sehat yang ada di Surabaya.

Yang mana, hingga saat ini sudah ada rumah sehat yang tersebar di 154 kelurahan. 

"Insyallah rumah sehat tetap ada. Maaf kami tidak meminta, tetapi ketika ada penyakit, Covid-19 ini ada varian baru misalnya, kita sudah siap seperti hari ini. Termasuk relawan di masing-masing kelurahan," katanya. 

Besar harapannya fasilitas kesehatan milik pemkot bisa kosong. "Sekarang, di RSLT masih ada (pasien). Di GOR Bung Tomo (RSGBT) juga Masih ada. Berharap semua kosong semua, termasuk rumah sakit segera kosong," katanya. 

Untuk diketahui, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlaku sampai Senin, 9 Agustus 2021 hari ini. Keberlangsungan perpanjangan PPKM masih menjadi perhatian banyak pihak.

Masyarakat pun mempertanyakan apakah PPKM level 4 akan diperpanjang kembali atau tidak.

PPKM darurat hingga kemudian berganti menjadi PPKM level 4 mulai diberlakukan sejak 3 Juli 2021 merespons lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved