Breaking News:

Berita Trenggalek

Peledakan Tebing Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek Bikin Rusak Rumah Warga

Peledakan tebing pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek merusak beberapa rumah warga

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami
Facebook
Dampak kerusakan akibat material peledakan tebing pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. 

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Peledakan tebing pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek merusak beberapa rumah warga.

Material batu dari ledakan tebing terlempar hingga sekitar 300 meter dan mengenai bagian beberapa rumah warga.

Dampak dari ledakan itu salah satunya dikeluhkan oleh warga di media sosial. Seorang netizen di salah satu grup Facebook Trenggalek menjelaskan, ledakan tebing itu membuat bebatuan berhamburan ke rumah warga.

Ia juga menyertakan gambar atap rumah berbahan asbes yang berlubang akibat material batu. Ada juga gambar kaca bagian depan rumah yang pecah akibat material yang sama.

“Batu-batu berhamburan ke rumah warga…. Kami mohon solusi terbaik sebelum warga putus asa,” tulis seorang netizen di grup Facebook Info Seputar Trenggalek (IST), dikutip, Minggu (8/8/2021).

Menanggapi hal itu, PPK Bendungan Bagong Trenggalek Budiono membenarkan material batu ledakan tebing pembangunan Bendungan Bagong yang mengenai beberapa rumah warga. Peledakan tebing itu dilakukan pada Sabtu (7/8/2021).

Berdasarkan laporan yang ia terima, ada delapan rumah yang terdampak. Kerusakan akibat terlemparnya material hasil ledakan tebing tergolong kerusakan ringan.

Ia mengatakan, standar prosedur operasional dalam pelaksanaan peledakan tebing sudah dijalankan.

“Sebenarnya sudah kami antisipasi. Dari awal dulu sudah dikurangi lubang-lubangnya. Kami tidak menduga juga batunya yang kecil-kecil sampai ke rumah warga,” kata Budiono saat dikonfirmasi, Minggu (8/8/2021).

Pihaknya menyatakan permintaan maaf kepada warga yang terdampak. Selain itu, pihak kontraktor pelaksana akan bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi akibat peledakan tebing itu.

“Kami koordinasikan. Kami minta maaf. Hari ini kami adakan rapat bersama di Desa Sumurup untuk membahas hal tersebut,” kata Budiono.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta juru ledak agar mengubah metode peledakannya. Hal ini agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved