Breaking News:

Berapa Jumlah Normal Trombosit Manusia Agar Tidak Menimbulkan Masalah Ringan hingga Serius?

Trombosit menjadi salah satu komponen penting dalam darah. Bahkan dalam tubuh. Salah satunya adalah membentuk pembekuan darah.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
Shutterstock By Dmitry Demidovich
Berapa Jumlah Normal Trombosit Manusia Agar Tidak Menimbulkan Masalah Ringan hingga Serius? 

SURYA.CO.ID - Apakah Anda sering mengalami mimisan atau pendarahan pada luka dalam waktu yang cukup lama? Bisa jadi itu merupakan gejala menurunnya trombosit dalam darah.

Trombosit menjadi salah satu komponen penting dalam darah. Bahkan dalam tubuh. Salah satunya adalah membentuk pembekuan darah.

Tim Dokter Lifepack dr Irma Lidia menerangkan, trombosit merupakan sel yang beredar dalam sarah dan akan melekat antara satu dengan yang lainnya saat ada kerusakan pada pembuluh darah.

Baca juga: Mengapa Penderita Asam Lambung Kerap Mengalami Nyeri pada Ulu Hati?

"Trombosit ini fungsinya membekukan darah. Jadi ketika kita terluka, trombosit akan bekerja untuk menghentikan keluarnya darah secara berlebih," terangnya.

Irma melanjutkan, dalam kondisi normal, trombosit berada dalam bentuk non-aktif. Namun saat terjadi luka, trombosit akan bertransformasi ke dalam bentuk aktifnya, yang menyerupai laba-laba atau gurita dengan tentakelnya.

"Dalam tubuh, jumlah normal trombosit manusia berkisar antara 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah. Bila melebihi, disebut sebagai kondisi trombositosis. Sementara jika kurang, disebut sebagai kondisi trombositpenia," jelasnya.

Sementara itu, penyebab menurunnya trombosit dalam darah terbagi menjadi dua, sementara atau berkepanjangan.

"Demam berdarah termasuk dalam golongan penyebab trombosit menurun sementara. Selain itu, HIV, Hepatitis, dan infeksi virus lain juga menyebabkan trombosit menurun," ungkapnya.

Selain itu, untuk penyebab trombosit menurun secara berkepanjangan biasanya disebabkan oleh idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang dan menghancurkan trombosit, sehingga jumlahnya berkurang.

Penyebab lain dari ITP adalah lantaran pasien kerap mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang.

Ada pula gejala yang muncul sebagai penanda menurunnya trombosit dalam darah, di antaranya:

1. Mimisan
2. Munculnya memar berwarna merah, ungu, hingga kecoklatan di permukaan kulit
3. Gusi berdarah
4. Pendarahan pada luka yang terjadi dalam kurun waktu relatif lama
5. Pendarahan berlebihan saat menstruasi
6. Urin mengandung darah
7. Feses mengandung darah

"Bila timbul gejala-gejala tersebut segera konsultasikan dengan dokter, karena trombositopenia ringan biasanya tidak bergejala. Gejala di atas biasanya timbul bila jumlah trombosit sangat rendah dan hal ini biasanya memerlukan penanganan," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved