Ayo Kita Berkenalan Lebih Dekat dengan ASI

Saat ini semua berusaha untuk meningkatkan imun. Salah satu yang direkomendasikan adalah ASI karena ASI mengandung kekebalan

Editor: Fatkhul Alami
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi 

Berikut ini gambaran kandungan zat gizi makro yang terdapat dalam ASI, susu sapi dan susu formula.

foto 1 adv
foto 1 adv (Istimewa)

Dalam gambar 1 tersebut terlihat bahwa kandungan energi tiap 100 ml antara ASI, susu sapi dan susu formula hampir sama, yaitu sekitaran 77 kcal tiap 100 ml, tetapi komposisi zat gizi makro penyusunnya berbeda. Sebelum membandingkan komposisi masing-masing zat gizi makro ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu fungsi dari masing-masing zat gizi sebagai berikut

Lemak: Berikut ini fungsi lemak
1. Sumber energi (memberikan 50 % kebutuhan bayi)
2. Membantu penyerapan vitamin (ADEK)
3. Menjaga suhu tubuh
4. Melindungi organ dalam
5. Membantu pembuatan hormon dengan membentuk bagian otak dan sistem saraf

Protein : Berikut ini fungsi protein
1. Protein mempunyai fungsi utama membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yg rusak, sehingga protein dikenal sebagi zat gizi pembangun
2. Berperan dalam pembentukan enzim dan hormon

Laktosa : Merupakan karbohidrat utama dalam ASI, berikut ini fungsinya:
1. Sumber energi
2. Memperbaiki sistem pencernaan
3. Membantu perkembangan bakteri baik dalam usus
4. Penting untuk membentuk galaktolipid untuk membantu perkembangan otak dan jaringan syaraf yang sehat
5. Membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang

Setelah tahu masing-masing fungsi zat gizi makro yang ada dalam ASI, Sekarang marilah kita analisa perbandingannya.Berdasarkan gambar 1 di atas terlihat bahwa semua jenis susu mengandung lemak, protein dan laktosa, namun prosentasenya berbeda.

Kandungan Lemak

Untuk kandungan lemak dari ketiga susu hampir sama, tetapi apabila dilihat dari komponen penyusun lemaknya berbeda. ASI mengandung asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.

Asam lemak esensial tersebut adalah DHA dan ARA. Dalam susu sapi lemak esensial ini tidak ada. Lemak esensial ini biasanya ditambahkan dalam susu formula, namun tidak diketahui secara pasti apakah tubuh bayi mampu menggunakannya sama seperti asam lemak esensial di ASI.

ASI juga mengandung lipase yang membantu mencerna lemak, dimana enzim ini tidak ada dalam susu sapi dan susu formula.

Dengan demikian lemak ASI dicerna lebih sempurna dan digunakan lebih efisien. Hal inilah yang menyebabkan tinja bayi yang diberi susu formula lebih keras dan lebih kental dari pada tinja bayi ASI. Karena tinja bayi yang diberi susu formula mengandung lebih banyak zat makanan dan lemak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh bayi.

Sedangkan ASI hampir semuanya dapat digunakan, sehingga normal saja apabila bayi ASI tidak buang air besar setiap hari atau tinjanya encer. Jadi para ibu tidak perlu khawatir bila hal ini terjadi bada bayinya

Kandungan Protein

Susu sapi mengandung lebih banyak protein dibandingkan dengan ASI. Karena fungsi protein sebagai zat pembangun.Mungkin kita berpikir bahwa lebih banyak protein pasti lebih baik. Berarti susu sapi lebih baik. Hal ini tidak benar, karena sapi dan hewan lain tumbuh lebih cepat dari manusia, sehingga mereka membutuhkan susu dengan kandungan protein yang lebih tinggi. Bila ini diberikan pada bayi manusia sangat berbahaya, karena sulit bagi ginjal bayi yang belum sempurna untuk membuang sisa protein yang terlalu banyak.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved