Berita Lumajang
Diguyur Hujan Lebat, Piket Nol Akses Lumajang-Malang Kembali Longsor
Pada kilometer 56 sebuah batu berukuran besar juga runtuh dan menutup sebagaian jalan raya.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Anomali cuaca terjadi di Kabupaten Lumajang. Meski telah memasuki musim kemarau, namun sepekan terakhir seluruh kawasan Lumajang justru nyaris diguyur hujan.
Hujan lebat pun juga terjadi, Kamis (5/8/2021) malam.
Akibatnya Jumat (6/8/2021) dini hari kawasan jalur perbukitan piket nol kembali dilanda longsor.
Diketahui, longsor itu terjadi di tiga titik, yakni kilometer 56, 57, 58.
Longsor ini tak hanya meruntuhkan tanah dan pohon.
Pada kilometer 56 sebuah batu berukuran besar juga runtuh dan menutup sebagaian jalan raya.
Baca juga: Jelang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil di Kabupaten Tuban
Sudarman warga sekitar mengatakan, penyebab terjadi longsor karena sejak semalaman kawasan tersebut diguyur hujan deras. Sampai-sampai tebing setinggi 20 meter longsor.
"Untung gak ada korban jiwa," katanya.
Sementara meskipun tidak ada korban jiwa, namun akses jalan alternatif Lumajang-Malang kini menjadi terhambat.
Kini warga dan sejumlah pekerja jalan tengah melakukan upaya pembersihan material longsor menggunakan alat sederhana, seperti sekop.
Tidak hanya itu, petugas BPBD juga mengerahkan alat berat untuk memindahkan batu berukuran besar yang memenuhi separoh jalan.
"Untuk mengatasi penumpukan jalan kami terapkan sistem buka arus secara bergantian," pungkas Samsul Arifin salah satu warga lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tampak-batu-berukuran-besar-menutupi-separo-kilometer-56-piket-nol.jpg)