Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Capaian Vaksinasi Kota Surabaya dan Mojokerto Sudah 70% Lebih, Khofifah Terus Kejar Herd Immunity

Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa sejumlah daerah di Jawa Timur telah berprogres cepat dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya Malang, Jumat (6/8/2021). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa sejumlah daerah di Jawa Timur telah berprogres cepat dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Bahkan, beberapa di antaranya telah melampaui target 70 persen vaksinasi dosis pertama, yang menjadi angka minimal dicapainya herd immunity.

Beberapa daerah di Jatim yang telah mencapai progres 70 persen vaksinasi Covid-19 adalah Kota Mojokerto dan Kota Surabaya.

Dikatakan Gubernur Khofifah, daerah lain juga harus digenjot untuk meningkatkan vaksinasi agar percepatan kekebalan komunitas bisa segera dicapai.

“Hari ini yang sudah melampaui 70 persen vaksinasi itu Kota Mojokerto, dan hari ini, mungkin sore nanti, Surabaya juga sudah masuk 70 persen. Karena kemarin sore sudah 69,8 persen,” kata Gubernur Khofifah saat diwawancara di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (6/8/2021).

Sebagaimana diketahui, Gubernur Khofifah menargetkan, bahwa pada HUT RI yang ke-76 mendatang, Jatim akan mampu mencapai herd immunity dengan minimal yang telah tervaksin 70 persen.

Namun target itu agaknya sulit tercapai karena terkendala suplai vaksin.

Target 70 persen itu bisa tercapai jika vaksinasi di Jatim mencapai 315.000 orang per hari.
Namun karena suplainya tidak sebanyak dan secepat yang ditargetkan, maka hal tersebut sulit dicapai.

Per hari ini, dikatakan Khofifah, bahwa capaian vaksinasi Jatim untuk tahap pertama baru 25 persen. Sedangkan untuk dosis kedua 11 persen.

“Oleh sebab itu, percepatan vaksinasi terus kami laksanakan. Salah satunya vaksinasi berbasis kampus yang hari ini dilakukan Universitas Brawijaya Malang ini. Vaksinasi berbasis kampus ini tidak menggunakan vaksin kuota dari Kabupaten Kota ya, maka kami menyebut ini adalah akselerasi,” tegas Khofifah.

Vaksinasi yang dilangsungkan tanggal 6-9 Agustus 2021 di Samanta Krida Universitas Brawijaya itu melaksanakan vaksinasi sekitar 2.500 dosis vaksin. Dengan sasaran sivitas akademika, mahasiswa dan juga keluarga pegawai Uinversitas Brawijaya.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan, bahwa percepatan vaksinasi ke depan akan dilakukan juga dengan pendekatan aglomerasi. Dan aglomerasi Malang Raya membutuhkan banyak percepatan. Yaitu untuk Kota Malang Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Aglomerasi Malang Raya ini kita maksimalkan, lalu di Mataraman juga nanti kita akan pusatkan di Madiun. Mengapa aglomerasi karena ini adalah episentrum dimana terjadi interaksi yang tinggi masyarakat dari berbagai daerah,” tegasnya.

Dalam kunjungannya meninjau vaksinasi Universitas Brawijaya itu, Khofifah berpesan juga maksimalisasi vaksinasi untuk kalangan disabilitas. Pasalnya saat ini vaksin jenis sinopharm telah ditempatkan di cold storage di Kota Malang. Yang harapannya bisa segera didistribusikan karena vaksinnya juga sangat spesifik penggunaan sasarannya.

“Dan kita sedang menunggu datangnya vaksin dari pusat. Karena saat ini ada 4,2 juta warga kita yang sudah jatuh tempo dosis kedua. Saya sudah sampaikan ke Menko Marves, ke Menkes dan ke Mendagri supaya ada percepatan pengiriman vaksin untuk Jawa Timur,” pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved