Breaking News:

Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi, SIG Libatkan Ibu-ibu Buat Ribuan Baju Hazmat

General Manager of  corporate social responsibility  SIG, Edy Saraya (Baju putih), saat menyerahkan baju hazmat secara simbolis kepada Lurah.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiyono
HAZMAT - General Manager of  corporate social responsibility  SIG, Edy Saraya (Baju putih), saat menyerahkan baju hazmat secara simbolis kepada Lurah di Kantor Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kamis (5/8/2021).  

SURYA.co.id | GRESIK – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuat 1.400 baju hazmat untuk dibagikan ke Pemerintah Kabupaten Gresik dan warga sekitar perusahaan dalam menanggulangi pandemi Covid-19, Kamis (5/8/2021). Pembuatannya, menggandeng ibu-ibu rumah tangga binaan SIG. Diharapkan, bantuan tersebut dapat mencegah penyebaran covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.  

General Manager of  corporate social responsibility (CSR) SIG, Edy Saraya, mengatakan, bantuan baju hazmat ini akan disalurkan ke tenaga kesehatan (Nakes) di Pemerintah Kabupaten Gresik, rumah sakit dan untuk kelurahan / Desa sekitar pabrik Semen Gresik. Yaitu Kelurahan Sidomoro, Gending, Singosari dan Desa Sidorukun. 

Bantuan lain alat pelindung diri (APD) yang diberikan SIG yaitu baju hazmat 1.400, 3.000 Masker Medis, 1.500 sarung tangan dan 200 Face Shield. "Total biaya pembuatan APD senilai Rp 120 Juta," kata Edy Saraya, saat penyaluran baju hazmat secara simbolis di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas. 

Lebih lanjut Edy Saraya mengatakan, pembuatan baju hazmat tersebut melibatkan ibu-ibu rumah tangga sekitar perusahaan Semen Gresik. Mereka telah diberi pelatihan dan mesin jahit  oleh SIG. 

“Program pemberdayaan SIG ini mulai dari nol. Mulai dari melatih menjahit,  bantuan mesin jahit dan sekarang kita beri order membuat hazmat. Jadi, program ini saling sinergi, saling mendapatkan keuntungan. Jadi, program pencegahan covid-19 berjalan dan program pemulihan ekonomi nasional juga tetap berjalan,” katanya. 

Saat ini, kebutuhan baju hazmat sangat diperlukan bagi nakes dan petugas kesehatan di Desa/Kelurahan. Baju hazmat digunakan petugas nakes agar tidak terpapar covid-19 saat menangani pasien covid-19. Seperti saat berada di tempat pemakaman, ruang isolasi, dan di rumah warga yang terpapar covid-19. 

“Pentingnya baju hazmat bagi penanganan covid-19, sehingga SIG menyumbang baju hazmat sebanyak 1.400 ke Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan dan Lurah/Desa di sekitar perusahan,” katanya.

 Semenara, perwakilan Desa/Kelurahan sekitar perusahaan, yaitu Lurah Sidomoro, Kecamatan Kebomas Gresik Christina Triandajani, mengatakan, bantuan baju hazmat ini sangat penting bagi satgas covid-19 di Desa/Kelurahan. Sebab, satgas harus memakai baju hazmat agar tidak terpapar covid-19. Diantaranya, saat ke rumah warga yang tiba-tiba terpapar covid-19 dan memakamkan jenazah covid-19. 

“Selama ini, sempat kesulitan mencari baju hazmat. Sehingga, bantuan APD dari Semen Indonesia ini sangat membantu satgas covid-19 di Desa/Kelurahan,” kata Christina Triandajani. 

Sementara keterlibatan ibu-ibu sekitar perusahaan untuk menjahit baju hazmat, Christina Triandajani mengatakan, ibu-ibu penjahit sangat senang ada pekerjaan menjahit. Sehingga, mereka dapat pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Jelas pekerjaan ini menambah perekonomian ibu-ibu rumah tangga yang telah dilatih menjahit oleh SIG. Sehingga, bisa digunakan untuk menambah kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya. (ugy/Sugiyono).
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved