Breaking News:

Berita Surabaya

Pemilik SMA SPI Malang Resmi Tersangka, Pengacara: Siapkan Bukti Pemungkas

kuasa hukum JE, Recky Bernadus Surupandy, mengaku pihaknya akan membawa bukti-bukti yang kredibel untuk membantah tuduhan atas keterlibatan kliennya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Anas Miftakhudin
surya.co.id/luhur pambudi
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Refli Handoko Kabid memberi keterangan terkait perkembangan kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah SMA swasta di Kota Batu, Kamis (5/8/2021). 

SURYA.CO.ID I SURABAYA- Hasil gelar perkara penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual di sekolah swasta terkemuka, SMA SPI, berinisial JE ditetapkan tersangka oleh penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (5/8/2021).

Menanggapi perubahan status JE yang semula berstatus saksi terlapor itu, kuasa hukum JE, Recky Bernadus Surupandy, mengaku pihaknya akan membawa bukti-bukti yang lebih kredibel untuk membantah tuduhan atas keterlibatan kliennya dalam dugaan perkara tersebut.

Ia menjanjikan, pekan depan akan menyerahkan bukti-bukti pembantah pemungkas ke penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Hanya saja, pihaknya enggan menyebut atau merinci bukti-bukti bantahan secara detail.

Namun, Recky yakin melalui bukti yang dimiliki, semua prasangka dan tuduhan atas dugaan kejahatan pada kliennya, bakal gugur.

"Insya Allah apa yang jadi temuan kami diperdalam, itu bukti telak bagi kami, (bahwa) apa yang mereka laporkan itu tidak benar," tandasnya saat dihubungi Surya.co.id Kamis (5/8/2021).

Kendati persona dan nama baik yang melekat pada karakter kliennya terus menerus dibunuh oleh pemberitaan beberapa kelompok organisasi masyarakat (ormas) atas dugaan kasus tersebut, belakangan ini.

Recky masih berkeyakinan, kepolisian akan tetap objektif dalam meninjau segala bentuk perkara yang sedang ditangani.

"Kepolisian sekarang sangat profesional. Jadi pembuktian itu sangat detail, scientific investigation pasti sudah mereka terapkan," tuturnya.

Apalagi perihal penindakan hukum pidana, yang menyangkut hidup dan mati status bersalah atau tidaknya seseorang dimata hukum.

"Tidak sembarangan. upaya hukum pidana itu kan, kalau tidak dilakukan dengan hati-hati itu, ada hak orang yang terampas," pungkas Recky.

Sementara itu, hasil gelar perkara penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual di sekolah swasta terkemuka, SMA SPI, yang berinisial JE, telah ditetapkan tersangka, Kamis (5/8/2021).

Gelar perkara tersebut dilakukan oleh penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. JE merupakan petinggi atau pemilik SMA SPI yang berlokasi di Kota Batu, Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Refli Handoko, menegaskan penetapan tersangka terhadap JE, merupakan hasil penyidikan dan pendalaman atas sejumlah alat bukti yang telah dihimpun tim penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

"(JE) sebagai tersangka, dan nanti akan ditindaklanjuti dengan penyidikan selanjutnya oleh pemeriksaan lagi," katanya pada awak media di depan Gedung Bidang Humas, Mapolda Jatim, Kamis (5/8/2021).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved