Breaking News:

Berita Gresik

Nenek Korban Penganiayaan di Panti Asuhan: Tak Kuat Hati ini Lihat Cucu Dipecut Pakai Kabel Listrik

Suara Fatimah lirih dan terbata-bata saat menceritakan kondisi kedua cucunya menjadi korban kekerasan di panti asuhan di Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
surya.co.id/willy abraham
Fatimah saat menunjukkan luka yang dialami cucunya akibat dipecut pakai kabel listrik, Kamis (5/8/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK – Suara Fatimah lirih dan terbata-bata saat menceritakan kondisi kedua cucunya menjadi korban kekerasan di panti asuhan di Gresik.

Dia tidak tega melihat cucunya mengerang kesakita saat dielus pada waktu tidur. 

Kondisi kedua cucunya, MFS dan DRS yang masih di bawah umur membuatnya tidak kuat menahan batin.

Dia mengelus dada tahu perlakuan yang diterima kedua cucunya dari panti asuhan berada di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng. 

“Saya lihat sendiri pahanya seperti itu (penuh luka disabet kabel listrik) kok sampai seperti itu."

"Mukuli anak orang yang tidak punya dosa kok seperti itu, saya cuman ngomong dalam hati,” kata wanita 60 tahun saat ditemui di kediamannya di wilayah Kebomas. 

Fatimah yang tinggal bersama anak dan kedua cucunya di sebuah rumah sederhana dengan status indekos.  

Rumah kosnya sederhana, berdinding batako dan berlantai tanah. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, untuk membayar kos seharga Rp 400 ribu sebulan, cukup berat terkadang hingga nunggak. 

Bekerja serabutan, kadang sebagai asisten rumah tangga jika dibutuhkan memiliki cita-cita kedua cucunya menjadi anak yang berhasil. 

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Saat dijemput ke panti asuhan kondisi kedua cucunya penuh luka, hingga memar, seperti dianiaya membabi buta hingga menimbulkan trauma. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved