Breaking News:

Berita Trenggalek

IDI Trenggalek Buka Layanan Telekonsultasi bagi Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Pesan dikirim ke dokter yang ditugaskan di wilayah tempat tinggal pasien Covid-19 yang menjalani isoman.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Nomor telepon dokter pendamping dari IDI Cabang Trenggalek untuk telekonsultasi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (kiri) dan Ketua IDI Cabang Trenggalek dr Mokh Rofiq Hindiono (kanan) 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Trenggalek membuka layanan telekonsultasi bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Layanan via aplikasi perpesanan Whatsapp itu bisa dimanfaatkan warga mulai Kamis (6/8/2021).

Ketua IDI Cabang Trenggalek dr Mokh Rofiq Hindiono menjelaskan, IDI menyiapkan dokter-dokter pendamping untuk melayani telekonsultasi itu di 22 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.

“Masing-masing wilayah puskesmas rata-rata ada dua dokter pendamping. Tapi untuk puskesmas yang wilayahnya kecil, ada satu dokter pendamping,” kata Rofiq, Kamis (6/8/2021).

Untuk berkonsultasi, warga bisa mengirim pesan ke nomor WhatsApp yang tercantum dalam infografis yang dibagikan oleh IDI Cabang Trenggalek.

Pesan dikirim ke dokter yang ditugaskan di wilayah tempat tinggal pasien Covid-19 yang menjalani isoman.

Baca juga: Sempat Dikeluhkan Pedagang, Wali Kota Malang Bebaskan Retribusi Pasar

Dalam keterangannya, IDI membatasi jam telekonsultasi mulai 08.00 WIB hingga 14.00 WIB.

“Nanti setelah mengirim pesan, dokter akan mengirimkan link pengisian data pasien. Setelah itu dilanjutkan dengan konsultasi. Dengan pengisian data ini, kami berharap ada fungsi lain dari telekonsultasi ini, yakni perluasan pemetaan wilayah pasien Covid-19,” sambung dia.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek itu menjelaskan, layanan telekonsultasi ini dibuka menilik dari kondisi fasilitas kesehatan yang mayoritas penuh di Kabupaten Trenggalek.

Sehingga, banyak pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa pasien yang isoman juga merasa aman. Jadi mereka bisa melaporkan perkembangan diri masing-masing ke dokter pendamping,” ujar dia.

Rofiq meyakini, masih banyak warga Trenggalek yang enggan mendapat penanganan Covid-19 karena khawatir soal stigma.

Padahal, risiko buruk Covid-19 bisa dicegah apabila penanganannya tepat dan cepat.

“Jadi apabila nanti dirasa perlu, pasien isolasi mandiri yang kondisinya berat akan kami konsultasikan lebih lanjut dengan Satgas Covid-19 supaya bisa mendapat penanganan secepat mungkin,” ungkapnya.

BACA BERITA TRENGGALEK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved