Breaking News:

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Targetkan Sertifikasi 2.425 Aset Tanah di Jatim Selesai pada 2023

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan sertifikasi dan pengamanan aset daerah meskipun masih kondisi pandemi covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah mengikuti rakor virtual dengan KPK dan Kanwil BPN dan kepala kantor pertanahan se- Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (5/8/2021).  

SURYA.CO.ID | SURABAYA  - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan sertifikasi dan pengamanan aset daerah meskipun masih kondisi pandemi covid-19. 

Hal ini tentunya dilakukan dengan berseiring bersama bupati/walikota se Jatim, BPN provinsi dan kabupaten/kota, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) provinsi dan di tiap kabupaten/kota. 

Ini penting, karena di Jatim proses sertifikasi aset daerah masih menjadi PR untuk Pemprov maupun tingkat Pemkab/Pemko. 

"Jadi saya rasa semangat untuk saling menguatkan, mengingatkan, monitoring dalam rangka mengawal proses percepatan sertifikasi dan pengamanan aset daerah di seluruh Jatim harus terus kita lakukan."

"Mudah-mudahan ini  jadi bagian dari penguatan bersama saat pandemi Covid-19," urai Gubernur Khofifah saat mengikuti rakor virtual dengan KPK dan Kanwil BPN dan kepala kantor pertanahan se- Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (5/8/2021). 

Aset tanah milik Pemprov Jatim, Khofifah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sejumlah 4.437 bidang tanah. 

Dengan rincian sebanyak 3.257 atau setara 73,40 persen bidang berupa tanah matang, 627 atau 14,13 persen bidang berupa tanah irigasi, dan 553 atau sekitar 12,47 persen bidang berupa tanah jalan. 

Untuk menjadi catatan, lanjut Khofifah, data bidang tersebut dapat berubah berdasarkan hasil validasi antara BPKAD dengan perangkat daerah.

Seperti, kebutuhan RS Tipe A yang akan dibangun Kemenkes, Pemprov Jatim diminta untuk menyiapkan lahannya dan saat ini sedang dikaji dan di excercise lahan mana yang bisa digunakan. 

"Dari keseluruhan data tersebut,  sebanyak 1.906 bidang tanah telah tersertifikat. Sedangkan  program tahun 2021 saat ini sebanyak 749 bidang sedang dalam proses di BPN."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved