Breaking News:

Berita Lumajang

Bupati Thoriqul Haq Ajak Warga Lumajang Tak Buang Limbah Masker Sembarangan

Bupati Lumajang Thoriqul Haq meminta agar pihak Kecamatan dapat menyosialisasikan bahayanya limbah masker bila tak diolah dengan benar.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
Foto: diskominfo jatim untuk surya.co.id
Gubernur Khofifah didampingi Bupati Thoriq gowes bareng sambil kampanye pakai masker di Lumajang, Minggu (27/9/2020). Bupati Thoriq minta masyarakat Lumajang tidak membuang masker bekas sembarangan. 

SURYA.CO.ID | LUMAJANG -  Masker sekali pakai menjadi barang yang banyak diburu orang selama pandemi karena dapat menangkal penularan Covid-19.

Namun, banyaknya orang yang membutuhkan masker sekali pakai, walhasil menciptakan  permasalahan lingkungan baru.

Limbah masker terkadang sering ditemukan tergeletak di jalanan dan sampah tanpa dimusnahkan secara benar. Kondisi ini pun juga terjadi di Lumajang.

Sehubungan dengan hal itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq meminta agar pihak Kecamatan dapat menyosialisasikan bahayanya limbah masker bila tak diolah dengan benar.

Sebab jika tidak ditangani, limbah-limbah tersebut dapat menjadi medium penularan penyakit.

"Saya minta Pak Camat menyosialisasikan masker sekali pakai yang digunakan masyarakat untuk langsung dibuang.
Namun sebelum dibuang harus dicuci dulu lalu potong/sobek masker," kata Thoriq.

Menurutnya, pemotongan penting untuk menghindari penyalahgunaan limbah masker.

"Yang penting ini edukasi ke masyarakatnya, untuk selesai pakai langsung sobek dan buang agar limbah masker tidak di salah gunakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati mengatakan, pembuangan limbah masker sekali pakai harus dilakukan dengan baik seperti penyediaan tempat sampah khusus.

Tujuannya agar tidak memberikan efek buruk terhadap lingkungan. Salah satu caranya dengan memusnahkan limbah masker sekali pakai menggunakan alat khusus bernama insinerator.

Insinerator merupakan alat yang digunakan untuk membakar sampah menggunakan bahan organik.

"Di Kabupaten Lumajang ada dua rumah sakit yang mempunyai insinerator, di RSUD dr Haryoto dan RS Wijaya Kusuma," terangnya.

Sementara untuk fasilitas kesehatan lain yang tidak memiliki insinerator, Yuli mengungkapkan bakal ada pelibatan pihak ketiga yang secara khusus mengelola limbah medis dengan pengelolaan sesuai standar pengelolaan limbah B3.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved