Berita Surabaya

Sebulan Pusat Perbelanjaan di Surabaya Tutup, Seperti Ini Rencana Relaksasi dari Pemkot

Saat penerapan PPKM di Surabaya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia menyebut, ada sekitar 190.00 pegawai di mal yang dirumahkan sementara

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi salah satu yang terimbas akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berjalan lebih dari sebulan terakhir.

Sejak 3 Juli 2021, nyaris tak ada kegiatan di pusat perbelanjaan atau mal. Hingga saat ini, mal hanya melayani pesan antar yang disediakan beberapa tenant yang masih buka. Padahal, di Surabaya terdapat banyak mal yang biasanya menjadi jujukan warga.

Saat PPKM Darurat dan Level 4 diterapkan di Surabaya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut, ada sekitar 150.000-190.00 pegawai di mal yang dirumahkan sementara.

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan beberapa langkah.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi tak memungkiri bahwa pusat perbelanjaan menjadi salah satu sektor ekonomi yang terdampak penerapan PPKM.

Sejauh ini, pihaknya menyesuaikan dengan aturan dari Pemerintah Pusat. Pada daerah yang menerapkan PPKM Level 4, kegiatan pada pusat perbelanjaan ditutup.

Akses hanya dibuka untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Namun, maksimal hanya tiga pegawai di tiap toko, restoran, supermarket dan pasar swalayan.

Sehingga, Pemkot tak bisa melakukan relaksasi dengan membuka mal selama PPKM level 4 diperpanjang.

"Sudah ditetapkan pemerintah pusat, tidak boleh buka dulu. Kami kan tidak bisa melakukan relaksasi dengan membuka mal," kata Cak Eri, Rabu (4/8/2021).

Apabila kasus Covid-19 bisa menurun, relaksasi paling cepat dilakukan tanggal 10 Agustus atau saat PPKM Level 4 selesai.

"Sehingga kami memberikan pengertian. Semoga sampai tanggal 9 ini semua mal bisa dibuka, sekalipun masih pembatasan jumlah pengunjung," katanya.

Cak Eri melanjutkan, intervensi yang dilakukan pemkot di antaranya dengan menyalurkan bantuan sembako kepada pegawai yang terdampak.

"Karena itu, bantuan-bantuan untuk meringankan beban pegawai kami maksimalkan," katanya.

Ada bantuan sembako dari Pemkot Surabaya, ada bantuan BLT yang diturunkan Kemensos. Semua bantuan diharapkan bisa meringankan para pegawai.

Di masa PPKM Level 4, Pemkot Surabaya mengajak warga untuk sama-sama berikhtiar. Bukan hanya sektor ekonomi saja, semua aspek ikut terdampak.

"Kalau menjerit, semua menjerit. Saya pun tidak tega, saya tidak tega lihat orang tidak bisa berjualan. Bagaimana mereka makan?," kata Cak Eri.

"Tapi inilah yang harus kami yakinkan pada saudara-saudara. Dalam kondisi begini, kita harus bahu membahu. Katanya, tirakat dahulu. Mari tirakat untuk hasil yang lebih baik," katanya.

Dengan kerja sama, pihaknya yakin pandemi di Kota Pahlawan bisa teratasi.

"Dalam tirakatan ini, dalam lelahnya kita, di dalam doanya kita, insya Allah ada keberhasilan. Insya Allah dengan doa warga Surabaya kita bisa," tandas Cak Eri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved