Breaking News:

Vaksinasi di Surabaya

Respons Dewan Pendidikan Surabaya terkait Aksi Pelajar dan Sekolah Gotong Royong Peduli Surabaya.

Sejumlah pelajar dan sekolah di Surabaya berinisiatif membuat aksi sosial membantu Pemkot Surabaya melawan pandemi Covid 19.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
Surabaya.Tribunnews.com/Bobby Contantine Koloway
Pemkot Surabaya menyiapkan 28 lokasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi gotong royong. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah pelajar dan sekolah di Surabaya berinisiatif membuat aksi sosial membantu Pemkot Surabaya melawan pandemi Covid 19. Gerakan ini dinamakan Gotong Royong Peduli Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Pendidikan Jatim, M Isa Anshori, mengapresiasi kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan adalah bagian dari menumbuhkan pendidikan karakter.

"Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini dalam keadaan susah.Bagaimanapun situasinya, karakter bangsa kita adalah gotong royong dan peduli," ujarnya,  Rabu (4/8/2021).

Isa menilai, gerakan itu adalah inisiasi dari masing masing sekolah, yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter dan kepedulian terhadap sesama, ditengah keadaan pandemi dan sama sama membutuhkan bantuan.

Isa juga menambahkan karena ini adalah sifatnya inisasi masing masing sekolah. Sebaiknya, kepala sekolah satu dengan kepala sekolah lainnya lewat MKKS agar berkoordinasi satu sama lain.

"Supaya bisa membantu kesulitan yang dihadapi warga kota dan membantu pemerintah kota menyelesaikan persoalan di Surabaya," paparnya.

"Karena sifatnya inisiasi, dikhawatirkan kontrol tidak ada karena dilakukan masing masing sekolah. Menurut saya lebih bagus lagi kalau ada semacam gerakan bersama yang diinisiasi Wali Kota lewat Dispendik untuk mengajak semuanya," imbuhnya.

Sehingga, bukan hanya sekolah yang melakukan aksi sosial, semua warga kota saling bahu membahu meringankan satu sama lain. Jadi, ada yang melakukan koordinasi.

"Kalau ini tidak ada koordinasi. Dikhawatirkan tidak semuanya bisa menerima bantuan. Karena ini istilah kearifan lokalnya adalah jimpitan atau sukarela," ucapnya 

"Kalau mengacu pada zonasi setiap sekolah ada yang daftar melalui mitra keluarga. Jika melihat hal itu bisa dikoordinasi lebih luas lagi. Bisa jadi penerimanya adalah siswa yang mendaftar lewat mitra keluarga," sambungnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved