Breaking News:

Penyebab Elektabilitas Anies-AHY Ungguli Prabowo-Puan, Berikut Hasil Survei Indostrategic

Secara diam-diam, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merangkak naik jika dipasangkan dengan Anies Baswedan.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/WartaKota
Elektabilitas Prabowo-Puan kalah dari pasangan Anies-AHY berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indostrategic. Apa alasannya? 

SURYA.co.id | JAKARTA - Secara diam-diam, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merangkak naik jika dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Bahkan, elektabilitas mereka mengalahkan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo jika dipasangkan dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Survei eletabilitas Anies-AHY mengungguli Prabowo-Puan dilakukan oleh lembaga survei Indostrategic pada 23 Maret-1 Juni 2021 melalui wawancara tatap muka terhadap 2.400 responden di 34 provinsi.

"Mendapatkan porsi tertinggi itu adalah Anies Baswedan berpasangan dengan AHY yaitu di angka 20,25 persen. Selanjutnya adalah Prabowo-Puan berada di urutan kedua dengan angka 14,65 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam rilis survei secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Khoirul menilai, hasil survei bahwa Anies-AHY menempati posisi pertama dikarenakan kuatnya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin yang baru.

Kendati demikian, apabila pasangan tersebut benar terwujud, dibutuhkan kerja yang sangat keras lantaran Anies tidak memiliki basis atau dukungan partai politik murni.

"Maka dia harus meyakinkan berbagai partai politik mitra, untuk memberikan dukungan politiknya, membentuk gerbong koalisi," ujar Khoirul.

Metode penarikan sampel dilakukan melalui multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan tingkat margin of error 2 persen.

Tanggapan Demokrat

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut partainya belum memikirkan Pemilihan Presiden 2024 mendatang dan masih fokus pada pandemi Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved