Breaking News:

Berita Pasuruan

Pemkab Pasuruan Pastikan Pemotongan Sonokeling Tak Berizin, Polisi Janji Buru Pelaku

Satreskrim Polres Pasuruan akan mengusut tuntas dugaan kasus pemotongan pohon sonokeling tanpa izin di Jalan Raya Bangil - Pandaan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Parmin
surya.co.id/galih lintartika
DIDUGA TAK BERIZIN : Barang bukti potongan pohon sonokeling diamankan di halaman belakang Mapolres Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan akan mengusut tuntas dugaan kasus pemotongan pohon sonokeling tanpa izin di Jalan Raya Bangil - Pandaan, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mencari siapa pemotong pohon sonokeling tersebut.

"Yang jelas akan kami usut. Hari ini, kami baru saja menerima surat dari Dinas PU Bina Marga terkait informasi perizinan pemotongan pohon sonokeling," katanya, Rabu (4/8/2021).

Disampaikan dia, pihaknya akan menyelidiki kasus ini termasuk mengumpulkan keterangan dari para saksi mata yang ada di lokasi saat pemotongan pohon tersebut. "Nanti akan kami sampaikan perkembangannya," urainya.

Korps Bhayangkara berhasil mengamankan kayu sonokeling A3 dengan panjang 250 sentimeter, A3 dengan panjang 200 sentimeter di lokasi kejadian.

Selain itu, ada delapan lembar kayu sonokeling dengan ukuran 200 sentimeter x 2 sentimeter. "Barang bukti sudah kami amankan ke Polres Pasuruan untuk penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

Sekretaris Dinas PU Bina Marga Eko Bagus membenarkan kabar pengiriman surat pemberitahuan ke penyidik Satreskrim Polres Pasuruan terkait pemotongan pohon sonokeling tersebut.

"Iya sudah dikirimkan hari ini. Surat itu intinya berisikan tentang informasi bahwa tidak ada pemberitahuan dan tidak ada izin pemotongan pohon tersebut ke dinas. Tidak ada rekomendasi pemotongan," lanjutnya.

Terpisah, Roy Susanto, salah satu aktifis mendorong aparat penegak hukum untuk terus mencari tahu siapa pemotong pohon sonokeling tersebut. Ia menyebut, polisi harus menyeret aktor dibalik penebangan liar ini.

"Pohon sonokeling itu termasuk pohon yang dilindungi dan seharusnya penebangannya itu harus ada dokumen perizinannya. Pemotong pohon sonokeling ini harus bertanggung jawab," pungkas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved