Jadwal Terbaru BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 Cair, Syarat dan Cara Pencairan Beda dari Tahun Lalu

Berikut ini Jadwal terbaru pencairan Bantuan Tunai Langsung (BLT) BPJS Ketenagakerjaan 2021.

Editor: Tri Mulyono
SURYA.co.id
Ilustrasi BLT BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini jadwal terbaru pencairan Bantuan Tunai Langsung (BLT) BPJS Ketenagakerjaan 2021. 

SURYA.CO.ID - Jadwal terbaru pencairan Bantuan Tunai Langsung (BLT) BPJS Ketenagakerjaan 2021 atau bantuan subsidi upah (BSU) karyawan diungkap Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi.

Menurutnya, BLT BPJS Ketenagakerjaan kemungkinan cair pekan ini. "Kami usahakan pekan ini," kata Anwar Sanusi kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Ada perbedaan syarat dan cara pencairan BLT Ketenagakerjaa 2021 dengan tahun lalu.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan ada sedikit perubahan terkait pekerja penerima bantuan. Sebelumnya diberitakan penerima bantuan hanya pekerja di wilayah tertentu dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta.

Menaker memberi penjelasan, pekerja dengan gaji di atas Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK tersebut.

Adapun sejumlah kota di Jawa seperti Kabupaten Karawang, DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Surabaya memiliki besaran UMK di atas Rp 3,5 juta.

Pekerja yang bergaji di atas Rp 3,5 juta tersebut masih bisa mendapatkan BSU sepanjang gajinya tidak melebihi atau di atas UMPnya.

"Dengan ketentuan pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota lebih besar dari 3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum provinsi (UMP) atau kabupaten/ kota dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu rupiah penuh," kata Menaker, Jumat (30/7/2021).

Ia mencontohkan, Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4.416.185 dibulatkan menjadi Rp4.500.000. Begitu juga dengan Upah Minimim Kabupaten Karawang sebesar Rp4.798.312,00 dibulatkan menjadi Rp4.800.000.

Berdasarkan kriteria tersebut, Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan exercise dan hingga saat ini diestimasi ada sebanyak 8,7 orang pekerja/buruh yang menjadi calon penerima BSU.

Ida mengatakan data ini akan sangat dinamis, melihat ketentuan peraturan Menaker. Data 1 juta calon penerima BSU yang diterima selanjutnya akan dicek oleh Kemnaker untuk memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data.

Besaran dana yang akan diterima oleh pekerja pada BLT BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021 ini sebesar Rp500 ribu per bulan untuk dua bulan dan akan disalurkan sekaligus sebesar Rp1 juta.

Nominal tersebut berbeda dengan tahun lalu, di mana dana yang disalurkan untuk penerima BSU sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan, sehingga jumlah BSU yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta.

Dari sisi skema penyaluran, khususnya pada rekening penerima BSU yang seluruhnya akan disalurkan melalui empat Bank HIMBARA, yakni BRI, BNI, BTN, dan Mandiri.

Pada tahun lalu penyaluran dana BLT BPJS Ketenagakerjaan menggunakan rekening pribadi penerima BSU.

Ia berharap, penyaluran tahun ini berjalan lancar, tetap sasaran, dan dapat membantu pekerja/buruh yang berkurang pendapatannya, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. (*)

>>Update berita-berita terkini seputar BLT BPJS Ketenagakerjaan

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved