Breaking News:

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Termasuk Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Muharram 1443 H

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 di antarana Puasa Senin Kamis, Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Muharram 1443 H, Puasa Tasua dan Puasa Asyura.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id
Ilustrasi - Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 salah satunya Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Muharram 1443 H. 

SURYA.CO.ID - Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 bertepatan dengan Bulan Dzulhijjah 1442 H (akhir tahun) dan Bulan Muharram 1443 H (awal tahun).

Menurut kalendet PBNU tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah jatuh pada 10 Agustus 2021.

Terdapat sejumlah puasa sunnah yang dianjurkan pada bulan Agustus khususnya saat bertepatan dengan Muharram.

Di antaranya Puasa Senin Kamis, Puasa Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Muharram 1443 H, Puasa Tasua 9 Muharram dan Puasa Asyura 10 Muharram 1443 H.

Agar ibadah puasa bisa berjalan lancar, berikut selengkapnya jadwal puasa sunnah Agustus 2021 berikut bacaan niat dan keutamaan masing-masing puasa sunnah.

Jadwal Puasa Senin Kamis, Tasu'a dan Asyura

- Senin, 2 Agustus 2021/23 Dzulhijjah 1442 H

- Kamis, 5 Agustus 2021/26 Dzulhijjah 1442 H

- Senin, 9 Agustus 2021/30 Dzulhijjah 1442 H

- Kamis, 12 Agustus 2021/3 Muharram 1443 H

- Senin, 16 Agustus 2021/7 Muharram 1443 H

- Rabu, 18 Agustus 2021/9 Muharram 1443 H (Puasa Tasua)

- Kamis, 19 Agustus 2021/10 Muharram 1443 H (Puasa Kamis dan Puasa Asyura)

- Senin, 23 Agustus 2021/14 Muharram 1443 H

- Kamis, 26 Agustus 2021/17 Muharram 1443 H

- Senin, 30 Agustus 2021/21 Muharram 1443 H

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Muharram 1443 H

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah pertengahan bulan, yaitu tanggal 11, 12, 13 setiap bulan Hijriyah.

1. Puasa Ayyamul Bidh 13 Muharram 1443 H/Minggu, 22 Agustus 2021

2. Puasa Ayyamul Bidh 14 Muharram 1443 H/Senin, 23 Agustus 2021

3. Puasa Ayyamul Bidh 15 Muharram 1443 H/Selasa, 24 Agustus 2021

Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

- Niat puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah ta'ala

- Niat puasa hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunah karena Allah ta'ala.

Keutamaan puasa senin kamis dijelaskan dalam hadist:

1. Hari Lahir Nabi

Abu Qatadah ra menceritakan, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin. Jawab Beliau:

"Hari itu saya dilahirkan, hari itu saya diutus, dan di hari itu Al Quran diturunkan kepadaku." (HR Muslim).

2. Mencontoh Nabi

Salah satu keutamaan puasa adalah, mencontoh Nabi Muahmmad, Rasulullah selalu melaksanakan puasa hari Senin dan Kamis, karena di hari itu catatan amal diperlihatkan di Hadapan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa.” HR Turmudzi dan selainnya.

3. Dibukanya Pintu Surga

"Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni dalam kedua hari itu setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali orang yang di antaranya dan saudaranya terdapat permusuhan. Kemudian dikatakan, lihatkah kedua orang ini hingga keduanya berdamai." (HR Al Khatib, Muslim, ABu Daud, Nasa'i, At-Tarmidzi, dan Ibnu Hibban).

Niat dan keutamaan puasa tasua dan asyura

- Niat Puasa Tasu'a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

“Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."

- Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Berikut salah satu hadist yang menerangkan keutamaan Puasa Tasua dan Asyura.

Puasa sunnah di Bulan Muharram berdasar pada hadits Abu Hurairah yang berbunyi, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW, ia bertanya, setelah ramadhan puasa dibulan apa yang lebih afdhal..? Nabi menjawab: "Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram", (HR. Ibnu Majjah).

Niat dan keutaman Puasa Ayyamul Bidh

َنَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta'ala

“Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

Sementara keutamaan puasa ayyamul bidh, dikelaskan dalam hadist sahih:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari nomor 1979).

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved