Breaking News:

Berita Tulungagung

Hanya Bayar Rp 2.000,Bisa Makan Kenyang di Warung Tulungagung Ini; Demi Bantu warga di Masa Pandemi

Uang Rp 2.000 itu masih sangat dihargai oleh komunitas Sedekah Subuh yang membuka warung 'Mbok Berkah'.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Warung Mbok Berkah di Jalan Kh Abdul Fatah Tulungagung yang menjual hanya dengan harga Rp 2.000. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Di zaman sekarang, apa yang bisa dilakukan dengan uang pecahan Rp 2.000? Bahkan uang senilai itu kadang hanya cukup untuk membayar jasa toilet umum.

Tetapi bagi warga Tulungagung, khususnya yang kurang mampu, uang Rp 2.000 masih sangat bernilai untuk makan. Apalagi saat pandemi Covid-19 yang menjadi masa sulit untuk mencari makan.

Uang Rp 2.000 itu masih sangat dihargai oleh komunitas Sedekah Subuh yang membuka warung 'Mbok Berkah' di Jalan KH Abdul Fatah Tulungagung. Di warung ini, warga yang kesulitan selama pandemi bisa makan dengan hanya membayar Rp 2.000.

Setiap harinya warung ini menyediakan makan siang dengan harga hanya Rp 2.000 saja. Menu murah parah di warung Mbok Berkah ini antara lain sop ayam, soto, lodho ayam, rendang, gudheg dan lain-lain, selalu berganti setiap hari.

Bahkan jika tidak mempunyai uang, warga bisa membayarnya dengan doa. Warung yang mematok harga tidak masuk akal di era modern tersebut, dibuka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga semua menunya habis.

Layanan ini diberikan kepada siapa saja tanpa memandang status sosial mereka. “Sebenarnya aksi sosial seperti ini telah dilakukan komunitas kami sejak tahun 2017,” ujar koordinator Warung Mbok Berkah, Agus Mustaqiem, Rabu (4/8/2021).

Awalnya konsep sedekah dilakukan berupa bagi-bagi nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan. Saat itu setiap hari Jumat, komunitasnya bisa membagikan 200-300 nasi bungkus.

Namun karena tenaga yang menangani hanya sedikit, sedekah nasi bungkus itu sempat terhenti. “Sekarang meneruskan kegiatan sedekah itu dengan berkonsep warung,” sambung Agus.

Setiap hari sekurangnya ada 100 porsi makan yang disediakan sejak pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sudah sekitar satu bulan Mbok Berkah beroperasi, sebelum PPKM Darurat.

Saat itu kasus penularan Covid-19 di Tulungagung meningkat tajam, sementara ekonomi warga juga terpuruk. “Di masa sulit itu kami hadir, berharap bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujar Agus.

Mbok Berkah mempunyai makna semoga berkah. Karena konsepnya sedekah, pembayaran makanan tidak dilakukan di kasir. Warga yang makan cukup memasukkan uang ke kotak amal yang sudah disiapkan.

Namun ternyata banyak pihak yang diam-diam memberi lebih saat memasukkan uang ke kotak amal. “Pernah kami dapati 10 lembar uang pecahan Rp 50.000. Atau uang receh yang mencapai Rp 25.000,” tutur Agus.

Uang dari kotak amal digunakan untuk tambahan belanja kebutuhan warung. Kesehariannya warung ini berjalan berkat donasi dari orang-orang yang peduli.

Mereka ada yang menyumbang uang atau bahan pangan seperti beras dan sayur mayur. “Ada juga yang membantu terjun langsung di warung sehingga kami tidak kesulitan mengoperasikan warung,” katanya.

Mbok Berkah juga melayani makanan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi Covid-19. Keluarga pasien bisa datang ke warung dan minta dibungkuskan makanan.

Mereka tidak perlu membawa bukti isolasi mandiri untuk mendapatkan bantuan makanan dari Mbok Berkah. “Kami saling percaya saja. Kalau butuh untuk warga yang isolasi mandiri, akan kami layani,” tegasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved