Breaking News:

Berita Gresik

Dua Anak Yatim di Gresik Babak Belur Dipukuli Pakai Kabel, Pemilik Panti Asuhan Bantah Penganiayaan

kasus penganiayaan itu bermula saat salah satu korban bermain mesin capit boneka dan disaksikan IR (40) yang merupakan kerabat korban.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Luka memar di bagian kaki salah satu anak penghuni panti asuhan di Gresik, Rabu (4/8/2021) 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat pengasuhan dan perlindungan untuk anak-anak yatim piatu, malah seperti tempat menakutkan bagi MFS dan DRS. Dua bocah di Gresik itu mengalami luka-luka dari betis sampai paha, karena diduga dianiaya salah seorang oknum pengurus panti asuhan, di mana keduanya diasuh.

Dugaan penganiayaan dua anak belasan tahun itu sudah dilaporkan ke Polres Gresik, Rabu (4/8/2021).  Dari pengakuan kedua korban, mereka dipukuli dengan kabel listrik saat berada di panti asuhan di Kecamatan Benjeng itu.

Informasinya, pelaku adalah anak pemilik panti yang berusia kurang lebih 30 tahun. Keduanya berhasil pulang setelah kabur dari panti asuhan akibat mendapat perlakuan kasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan itu bermula saat salah satu korban bermain mesin capit boneka dan disaksikan IR (40) yang merupakan kerabat korban.

Mereka berdua hanya mengambil hadiah dari mesin game pengambil boneka. Setelah itu, hadiah mainan dengan harga yang tidak seberapa itu dikembalikan lagi.

Beberapa jam kemudian, pengurus panti asuhan mengetahui. Bukannya membela korban, oknum pengurus panti itu malah melakukan tindakan kekerasan secara membabi buta.

Terduga pelaku berinisial M langsung memukuli korban yang masih kecil dengan sabetan kabel listrik berulang kali. Kedua bocah itu menangis meminta maaf bahkan memohon ampun namun pelaku tidak menghentikan aksi kekerasan itu hingga korban berdarah-darah di bagian paha.

Tidak hanya itu, korban MFS yang hanya menemani juga menjadi sasaran kebengisan M. Akibatnya kedua anak itu mengalami babak belur. DRS memar di bagian betis dan paha sedangkan MFS mengalami memar di bagian betis dan pelipis mata sebelah kanan.

Setelah kejadian itu MFS sempat kabur dari panti asuhan dengan menahan rasa sakit di kakinya. Ia berlari mencari pertolongan ke warga sekitar. Namun pengurus panti mengejar meminta ia kembali ke asrama.

“Korban diamankan pihak panti dan diiming-imingi uang agar mau kembali dan tidak melaporkan peristiwa tersebut,” ucap IR, Rabu (4/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved