Breaking News:

Berita Nganjuk

Bertahun-Tahun Sakit Tak Juga Sembuh, Kakek di Nganjuk Terjun ke Sumur

Setelah berhasil dievakuasi dari dalam sumur, petugas medis dari Puskesmas Lengkong langsung melakukan pemeriksaan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
istimewa
Jenazah korban disemayamkan setelah dievakuasi dari dalam sumur di Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Rabu (4/8/2021). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Tekanan batin akibat didera sakit menahun, bisa mendorong orang berbuat nekat. Bahkan di usianya yang renta SWT (77), warga Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk nekat terjun ke dalam sumur di dekat rumahnya.

Karena perbuatannya itu, sudah tentu korban meninggal dunia di sumur dengan kedalaman beberapa meter itu.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, kejadian itu berawal ketika isteri korban akan mengantar makanan ke kamar. Namun korban sudah tidak dijumpai di kamarnya.

Selanjutnya isteri korban berupaya mencari dengan memanggil-manggil nama korban. "Isteri korban meminta anaknya untuk ikut mencari ayahnya yang tidak ada di kamar," tutur Supriyanto, Rabu (4/8/2021).

Anak korban ikut mencari ayahnya tersebut di luar rumah. Namun upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, selanjutnya anak korban mencari di belakang rumahnya dan melihat lampu di kandang sapi padam.

Anak korban menyalakan lampu di kandang sapi tersebut dan melihat penutup sebuah sumur tidak terpakai terbuka. "Saat itu juga anak korban memanggil ibunya untuk membawakan lampu senter," ucap Supriyanto.

Ketika lampu senter diarahkan ke dalam sumur, menurut Supriyanto, terlihat korban dalam kondisi mengapung posisi tengkurap di air sumur.

Saat itu juga anak dan isteri korban meminta bantuan warga sekitar untuk melapor ke perangkat desa setempat yang meneruskan laporan ke Polsek Lengkong.

"Anggota Polsek Lengkong bersama wargapun mengevakuasi korban dari dalam sumur," lanjut Supriyanto.

Setelah berhasil dievakuasi dari dalam sumur, petugas medis dari Puskesmas Lengkong langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan bekas luka mencurigakan dari tubuh korban.

Setelah itu korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Tetapi tidak dijelaskan, selama ini apa penyakit yang diidap korban.

"Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah depresi karena sakit bertahun-tahun tidak kunjung sembuh," tutur Supriyanto. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved