Breaking News:

Berita Lamongan

Awal September Kawasan Makam Sunan Drajat di Lamongan Mulai Direvitalisasi, Ini Konsepnya

Sebagian bangunan yang ada di kawasan Makam Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, mengalami kerusakan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Pintu masuk ke lokasi area Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/8/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Makam Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan, menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi umat Islam.

Namun, sebagian bangunan yang ada di kawasan Makam Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, mengalami kerusakan.

"Kami agendakan untuk direvitalisasi," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi kepada SURYA.CO.ID, Rabu (4/8/2021).

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Penataan Bangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memaparkan perencanaan revitalisasi dan telah bertemu Yuhronur Efendi.

Saat pemaparan disebutkan, bangunan di kawasan Makam Sunan Drajat yang akan direvitalisasi di antaranya adalah Gapura Agung, pagar dan kanopi beserta lantainya.

"Prioritas utama akan mengganti semua kanopi beserta lantainya, mulai pintu utama yaitu Gapura Agung hingga ke depan masjid," kata Yuhronur

Untuk pengerjaan Gapura Agung, dipastikan tidak akan dibuatkan gapura baru atau replika, karena bangunan gapura masih asli. Pengerjaan hanya dilakukan dengan merehabilitasi bangunan asli, kecuali bagian yang sudah rusak berat akan diganti dengan material yang baru. Sedangkan untuk bagian yang masih utuh, nantinya hanya akan dilakukan coating menggunakan minyak atsiri sesuai rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Gapura Agung tidak dibuat replika ulang, hanya rehabilitasi atau renovasi, terutama atapnya yang dibuatkan baru dengan kayu jati.

Menurut penjelasan pihak Kementerian PUPR, berdasarkan identifikasi bersama BPCB, Gapura Agung masih asli, daun pintunya juga masih asli.

Selain merehabilitasi bagian atas gapura, nantinya juga akan dilakukan penggalian di bagian bawah gapura untuk menemukan struktur pondasi eksisting gapura yang sudah tertutup karena peninggian lantai pedestrian.

Gapura dibongkar kemudian dirakit kembali. Dan akan dibantu BPCB, karena ini merupakan bangunan cagar budaya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved