Breaking News:

Berita Lumajang

Anomali Cuaca, Lahar Dingin Kembali Menerjang Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Lumajang

Anomali cuaca juga melanda area lereng Gunung Semeru. Akibatnya, lahar dingin pun kembali menghantui para penambang pasir.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Kondisi jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian terputus akibat diterjang lahar dingin, Rabu (4/8/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Dua hari terakhir, Kabupaten Lumajang diterjang cuaca ekstrem. Setiap pagi hingga malam, hujan melanda hampir seluruh kawasan Kota Pisang.

Anomali cuaca ini juga melanda area lereng Gunung Semeru. Akibatnya, lahar dingin pun kembali menghantui para penambang pasir.

Diketahui, jembatan alternatif penghubung Kecamatan Tempeh ke Kecamatan Pasirian rusak pada Selasa (3/8/2021) pagi, akibat diterjang lahar dingin.

Jembatan yang terbuat dari material bambu berukuran panjang 20 meter dan lebar hampir 2 meter itu, kini kondisinya putus total.

Putusnya jembatan tersebut merupakan peristiwa kedua kali. Sebelumnya, pondasi jembatan utama yang terbuat dari beton juga putus karena terkikis banjir.

Harry Purwanto pengendara roda dua asal Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko mengatakan, jembatan darurat tersebut menghubungkan dua Kecamatan Tempeh ke Kecamatan Pasirian. Kini warga yang ingin melintas harus putar balik melewati jalan nasional.

"Dulu pernah tidak bisa lewat karena putus. Sekarang yang darurat putus lagi, jadi sekarang pengendara harus lewat lebih jauh," katanya.

Salah seorang warga setempat, Arifin mengatakan, putusnya jembatan darurat rencananya warga desa bakal melakukan pembangunan ulang.

Lebih dari itu, ia mengharapkan pemerintah segera menangani membangun kembali jembatan utama. Sebab jembatan itu merupakan jalur alternatif masyarakat.

"Harapannya pembangunan jembatan utama yang putus segera dibangun permanen. Karena kalau bangun jembatan darurat seperti ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Belum kalau ada datang lahar, rawan putus lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved