Breaking News:

Berita Tulungagung

Ada 1.000 ODGJ Tanpa NIK di Tulungagung, Harus Divaksin Dosis Pertama Sebelum 3 September

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka, ODGJ yang belum punya NIK akan mendapat perlakuan berbeda.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Vaksinasi ODGJ di Kecamatan Kauman. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung tengah menyiapkan sekitar 1.000 dosis vaksin Covid-19 untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Mereka adalah para ODGJ yang sebelumnya tidak bisa mengikuti vaksinasi, karena belum mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jumlah ini bertambah setelah pembaruan data, dari sebelumnya 800 ODGJ.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka, ODGJ yang belum punya NIK akan mendapat perlakuan berbeda.

“NIK diperlukan untuk sistem pelaporannya. Karena mereka belum punya NIK, maka sistem pelaporannya yang dibedakan,” terang Didik, Rabu (4/8/2021).

Dengan sistem pelaporan ini para ODGJ tetap bisa mengakses vaksin dan tercatat di pusat data. Vaksin yang dipersiapkan untuk para ODGJ adalah Sinopharm, dengan waktu jeda untuk dosis kedua hanya 21 hari.

Mereka akan menerima suntikan dosis pertama sebelum 3 September 2021. “Maksimal tidak boleh lewat 3 September untuk dosis pertama. Kami akan melaksanakannya,” sambung Didik.

Bersamaan dengan pada ODGJ yang masih tersisa ini, Dinkes juga menjangkau 76 penyandang disabilitas. Mereka akan menerima suntikan pertama vaksin Sinopharm bersama dengan para ODGJ.

Karena tenggat waktu sudah ditetapkan pemerintah, dinkes tinggal menunggu kedatangan vaksin. “Sekarang tinggal pelaksanaannya saja. Begitu vaksin tiba, sudah langsung dikerjakan,” ujarnya.

Vaksinasi untuk ODGJ dilakukan dengan metode door to door. Petugas vaksinator mendatangi satu per satu para ODGJ untuk menyuntikkan vaksin, dengan dikawal personel TNI dan polisi.

Namun bagi wilayah yang punya Posyandu Jiwa, para ODGJ dikumpulkan seperti saat kegiatan rutin. “ODGJ ini masuk kelompok rentan, karena mereka tidak bisa mengenali kondisinya sendiri. Beberapa di antara mereka juga pernah terpapar,”pungkas Didik. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved