Breaking News:

Berita Jember

Tersangka Perusakan Mobil Ambulans di Jember Bertambah, Dua Warga Kecamatan Silo Ditangkap Polisi

Tersangka perusakan mobil ambulans yang mengantarkan jenazah terkonfirmasi Covid-19 di Jember bertambah. Begini peran kedua tersangka

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
Istimewa/Humas Polres Jember
Dua tersangka perusakan mobil ambulans Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember ditangkaop polisi. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Tersangka perusakan mobil ambulans milik Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember bertambah. Kali ini polisi menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka.

Polisi telah menangkap keduanya, Senin (2/8/2021) kemarin. Total ada lima orang tersangka dalam peristiwa perusakan mobil ambulans pada Jumat (23/7/2021) malam itu.

"Dua orang tambahan yang ditangkap adalah berinisial IM (24) dan MRA (23), semuanya warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (3/8/2021).

Yogi menuturkan, IM dan MRA memiliki peran masing-masing dalam perusakan itu. IM memukul kaca mobil ambulans memakai tangan kosong, sedangkan MRA menggembosi ban dan melepas penutup ban mobil ambulans tersebut.

Kedua orang itu bersama dengan ME (30), ES (35) dan AR (26) merusak mobil ambulans RSBS yang mengantarkan jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo.

Kelima orang itu merusak ambulans itu karena emosi termakan informasi tidak benar perihal hilangnya organ tubuh jenazah tersebut. Padahal ketika dicek, tidak ada organ tubuh yang hilang.

Keluarga dan warga setempat juga mengambil paksa jenazah dari mobil ambulans. Padahal jenazah sudah dipulasarakan memakai protokol pemakaman Covid-19.

Keluarga yang tidak percaya mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dari mobil ambulans, dan kemudian membuka jenazah di dalam rumah.

Kasus itu pun diselidiki oleh polisi. Pada Minggu (1/8/2021) lalu, polisi menetapkan tiga orang tersangka dan dilanjutkan dengan penetapan dua orang tersangka.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar. Terpancing informasi tidak benar, sampai melanggar hukum," tegas Yogi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved