Breaking News:

Berita Kota Batu

Tanpa Pemasukan dan Tanpa Keringanan Pajak selama PPKM, Lippo Plaza Batu Mungkin Lakukan PHK Lagi

Suwanto waswas atas dampak perpanjangan PPKM darurat. Ia menegaskan tidak menutup kemungkinan manajemen memilih opsi PHK

Penulis: Benni Indo | Editor: Deddy Humana
surya/benni indo
Kondisi Lippo Plaza Batu yang sepi bak kuburan akibat dari PPKM Level 4. 

SURYA.CO.ID, KOTA BATU – Perpanjangan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021 memberi pukulan telak terhadap para pelaku usaha. Salah satunya adalah pusat perbelanjaan modern Lippo Plaza di Kota Batu.

Dengan bangunan mal yang begitu besar namun tidak ada aktivitas, pengunjung dan transaksi maka beban operasional terasa semakin berat. Pemberhentian kerja untuk karyawan pun terpaksa menjadi pilihan.

Direktur Lippo Plaza Batu, Suwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawan sejak pandemi terjadi pada 2020.

Sepanjang PPKM Darurat yang berlanjut PPKM Level 4 kali ini, Suwanto mengatakan belum melakukan PHK lagi pada sejumlah karyawan.

Namun di sisi lain, Suwanto waswas atas dampak perpanjangan PPKM darurat. Ia menegaskan tidak menutup kemungkinan manajemen memilih opsi PHK lagi jika PPKM darurat terus diperpanjang.

Pasalnya, neraca keuangan perusahaan yang tidak seimbang, antara pemasukan dan pengeluaran.

“Kalau terus-terusan diperpanjang akan ada PHK. Sebelumnya sudah ada yang kena PHK. Sekarang sejumlah karyawan kami rumahkan kembali. Kalau tidak ada pendapatan sama sekali, ada potensi PHK (lagi),” terang Suwanto, Selasa (3/8/2021).

Kondisi Lippo Plaza memang memprihatinkan. Sejumlah tempat berjualan tutup total, hanya beberapa tenant penjual makanan dan kebutuhan rumah tangga saja yang buka. Suwanto mengatakan, tidak ada pemasukan sama sekali akibat penutupan tersebut.

Ia pun berharap pemerintah daerah bisa memberikan kelonggaran. Ia ingin aktivitas di mal kembali buka meskipun dengan sejumlah pembatasan. “Lebih baik dibuka dengan sejumlah pembatasan daripada seperti ini terus,” sesalnya.

Upaya untuk melakukan penjualan online juga tidak maksimal. Masyarakat lebih suka datang langsung ke mal daripada harus berbelanja online. Suwanto mengaku sudah mencoba penjualan online tersebut, namun pemasukannya sangat sedikit.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved