Breaking News:

Berita Jember

Hujan di Musim Kemaru, Petani Cabe di Jember Keluhkan Tanamannya Terancam Gagal Panen

Hujan dua hari di musim kemarau di awal  Agustus ini mengancam produktivitas cabe di Kabupaten Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
surya/Iksan Fauzi
Ilustrasi Petani memanen dini cabe merah akibat guyuran hujan. Akibat hujan di musim kemarau, petani cabe di Jember terancam gagal panen. 

Surya.co.id | JEMBER- Hujan dua hari di musim kemarau di awal  Agustus ini mengancam produktivitas cabe di Kabupaten Jember.

Hal ini disampaikan petani cabe asal Kecamatan Wuluhan Edy Suryanto saat berbincang melalui sambungan telepon, Selasa (3/8/2021).

"Dua hari ini hujan terus, membuat bunga cabe gogrok (berjatuhan). Ini tentu mengancam produksi buah cabe di bulan 10 (Oktober) nanti," ujar Edy.

Kecamatan Wuluhan, merupakan satu dari beberapa kecamatan di Jember yang petaninya menanam hortikultura.

Ada sekitar 900 hektare luas lahan cabe di Kecamatan Wuluhan.

Saat ini, cabe petani sedang berbunga. Sementara itu, mulai Senin (2/8/2021) hampir semua kawasan di Kabupaten Jember diguyur hujan.

Hujan melanda mulai siang hari, berlanjut sore, ada juga yang sampai malam hari, dan terus berlanjut sampai Selasa (3/8/2021) malam.

Intensitas hujan memang tidak deras, namun berjalan cukup lama. Hal itu yang membuat bunga cabe yang berpotensi menjadi buah berjatuhan.

Padahal bunga bulan ini bakal menjadi buah untuk dipanen di Bulan Oktober mendatang.

"Bisa-bisa nanti di bulan 10, komoditas cabe sedikit pasokannya, karena yang sekarang gagal berbuah. Akhirnya mempengaruhi harga cabe" ujarnya.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved