Breaking News:

Berita Lamongan

Hampir Semua Kecamatan Tinggalkan Zona Merah, Lamongan Optimistis Kembali Normal setelah PPKM

"Data tersebut berdasarkan peta zonasi 7 hari terakhir, yaitu 26 Juli hingga 1 Agustus," kata Yuhronur, Selasa (3/8/2021).

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Semangat kegembiraan para tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 saat mendapat semangat dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Selasa (3/8/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Selama pemberlakuan PPKM level 4 lalu, wilayah Lamongan sudah bekerja keras untuk menurunkan mobilitas masyarakat agar penularan tidak meluas. Dan hasilnya, semakin banyak kecamatan yang meninggalkan zona merah atau beresiko tinggi penularan Covid-19.

Kalau sebelumnya hampir separo dari 27 kecamatan berstatus zona merah, kini mengalami penurunan dan menyisakan 3 kecamatan.

Data yang ada menunjukkan, dari 27 kecamatan di Lamongan memang tercatat hanya tiga 3 kecamatan yang masih merah, 11 kecamatan berstatus zona oranye dan 13 kecamatan berstatus zona kuning.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dikonfirmasi SURYA mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Lamongan juga turun sampai 39,94 persen. Dan tingkat kesembuhan juga terus mengalami kenaikan, yaitu 79,82 persen.

"Data tersebut berdasarkan peta zonasi 7 hari terakhir, yaitu 26 Juli hingga 1 Agustus," kata Yuhronur, Selasa (3/8/2021).

Sesuai keputusan dari pemerintah pusat, PPKM Level 4 diperpanjang hingga 9 Agustus ke depan di mana salah satu daerah tersebut adalah Lamongan. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak abai dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Jangan berbalik terlena setelah tahu tinggal 3 kecamatan yang berstatus zona merah. Tetapi harus lebih meningkatkan kepatuhannya dalam mencegah penularan Covid-19," ujar Pak Yes, sapaan Yuhronur.

Kendati PPKM diperpanjang sampai 9 Agustus 2021, Yuhronur pun tetap optimistis bahwa kondisi Lamongan akan kembali menjadi normal. Itu dengan syarat, semua warga Lamongan disiplin menerapkan prokes.

Ia juga menegaskan perlunya gerakan kebersamaan untuk sadar prokes. Dalam penerapannya, semua elemen masyarakat harus bisa menjadi tauladan.

Disinggung warga yang menjalani isolasi mandiri terpusat, Yuhronur mengungkapkan bahwa trendnya semakin menurun. Baik yang ada di desa, kecamatan maupun kabupaten.

Terbukti banyak tempat isolasi terpadu lengang. "Dan itu artinya dibarengi dengan penurunan jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif," tandasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved